Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Evaluasi Upaya Menekan Tingkat Kecelakaan Mudik Lebaran

billy - Minggu, 9 September 2012 | 11:08 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Mudik Lebaran 2012 usai sudah. Meski berbagai upaya dilakukan oleh berbagai pihak, kecelakaan yang terjadi saat gelaran akbar ini tetap tidak terhindarkan. Bahkan jika dibanding tahun sebelumnya, ada kecenderungan peningkatan.

Tidak semua kecelakaan yang menimpa kendaraan roda dua akibat kesalahan si pengendara itu sendiri. Banyak faktor yang turut menyumbang terjadinya kecelakaan. Fatalnya, kendaraan roda dua tidak memiliki ‘pengaman’. Sehingga ketika terjadi accident, luka berat bahkan sampai jatuh korban nyawa.

Meski berbagai pihak telah melakukan upaya yang terbaik, tetap saja jumlah kecelakaan yang melibatkan roda dua masih tinggi. “Sekitar 70 persen dari kendaraan roda dua,” pasti Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Kepala bagian Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri.

Pihak Kementerian Perhubungan dalam Lebaran tahun ini telah melakukan berbagai langkah evaluasi. Ada empat hal yang akan dilakukan Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian untuk meminimalkan dampak buruk yang terjadi pada tahun depan.

Wakil Meneteri Perhubungan, Bambang Susantono mengatakan empat langkah evaluasi ini antara lain pemerintah akan melakukan perlambatan traffic. “Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara ngebut. Kami akan atur kecepatan supaya lebih aman,” jelasnya.

No caption
No credit
No caption

Perlambatan ini dengan cara meletakkan lokasi pengecekan di beberapa tempat. “Setiap dua jam motor harus masuk cek poin ini,” jelas mantan ketua Masyarakat Transportasi Indonesia ini.

Langka kedua dengan menambah kapasitas moda angkutan darat seperti kereta api atau kapal laut. “Ketiga dengan menganalisis sistem jaringan jalan dan sistem transportasi makro dan keempat adalah melakukan penegakan hukum,” tegas Bambang lagi.

Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar menilai, kecelakaan yang terjadi memang tidak hanya karena kecelakaan tunggal. “Kecelakaan ini sebagian melibatkan kendaraan lain, dan juga akibat dari infrastruktur jalan yang masih jelek,” sebut Boy Rafli Amar.

Berbagai penyebab seperti dijelaskan Boy Rafli, memang jadi pekerjaaan rumah pemerintah. Saat MOTOR Plus menyusuri jalur Pantura bersama pemudik merasakan kondisi jalur yang memang belum sempurna. Di Pantura yang bergelombang, berlubang juga licin oleh pasir.

No caption
No credit
No caption

Catatan khusus di zona Kalimantan Barat, semisal kabupaten Lamandau, perbatasan Tengah-Barat kondisi jalannya memprihatinkan, malah jalan tanah dan banyak yang putus. Padahal itu jalan pemerintah, lebih gawatnya lagi minim pom bensin, bengkel bahkan warung.

Perbedaan ketinggian jalan di berbagai tempat juga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan seperti di jalur Bekasi. Apalagi banyak mudiker memilih jalan malam karena tidak sedang berpuasa juga pertimbangan udara lebih adem.

Pengelihatan pengendara dipaksa fokus dan lebih konsentrasi ekstra ketimbang jalan siang. Paling dominan jalur tengah di Jawa, Sumatera apalagi Kalimantan. Di Jawa, salah satunya adalah wilayah Subang, Kalijati, Semarang. Untuk Sumatera jalur tengah menjadi sangat rawan akan penerangan, karena jalur lebih ke pegunungan semisal Bakauheni menuju Tanjungkarang.


Kondisi motor yang kurang mumpuni juga menjadi penyebab, Semisal ban. pasir dan ceceran oli bisa membuat kita terjerembab. Waspada juga soal oli ini. rembesan oli di jalanan tentunya membahayakan penggendara lain.

Tidak kalah pentingnya adalah riding attitude. Etika saat di jalanan. Masih banyak pengendara yang berlaku serampangan di jalanan. membawa barang over load. Motor jadi tidak gesit, fisik terkuras hingga daya refleks menurun drastis jika ada kendala tiba-tiba menghadang. Faktor inilah yang paling dominan menjadi penyebab jatuhnya kecelakaan.

Terlalu pede bisa menghancurkan etika dan attitude ideal di jalanan. “Banyak dijumpai pengendara yang ngebut dan menyalip seenaknya,” ungkap manta kabidhumas Polda Metro Jaya ini.

Dalam situasi kerumunan macet misalnya, pengendara dalam kawanan besar, secara psikologi membuat mereka seolah raja jalanan. Perilaku demikian bisa menimbulkan bencana dan terjadi tabrakan beruntun. Ayo sadari, semua ingin pulang dan berjumpa dengan keluarga masing-masing, yuk saling support.   (motorplus-online.com)


Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa