Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Junior Geser Senior di Motoprix Bengkulu

billy - Jumat, 9 Maret 2012 | 08:50 WIB
No caption
No credit
No caption


Sirkuit nonpermanen STQ, Bengkulu, tak hanya jadi tempat tontonan yang meriah bagi warga sekitar saat digelar NHK FDR Kapolda Cup Motoprix Indonesia Kejurnas Balap Motor Region 1 Sumatera seri 1 (3-4/3). Namun juga sebagai ajang pembuktian pembalap seeded baru untuk tampil menunjukkan kebolehannya.

GROGI
“Total seri di region 1 Sumatera tahun ini ada 8 seri. Menurut agenda akan berlangsung di Bengkulu (2 kali), Aceh (2 kali), Jambi, Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Selatan,” ucap Medya Saputra, ketua IMI Bengkulu yang sekaligus koordinator region 1.

Nah, di awal seri ini, 3 pembalap pemula yang baru masuk kelas seeded, langsung menunjukkan prestasinya. Mereka adalah Bobby Anasis dari Yamaha IRC NHK BAR Team, Padang yang berhasil sabet juara 1 di kelas MP1 dan MP2.

“Kunci utama agar enggak grogi dan tampil maksimal adalah menganggap pembalap senior bukan senior, tapi setara dengan kita. Sehingga enggak ada beban mental maupun beban yang lainnya,” aku Bobby Anasis, siswa kelas 3 SMK yang berusia 17 tahun ini.

Pembalap seeded baru kedua adalah Andreas ‘Edo’ Gunawan, dari tim Yamaha Yamalube IMI Lampung. Pembalap berusia 18 tahun ini mengaku butuh waktu sekitar 2 tahun untuk bisa terjun di kelas seeded MP1 dan MP2. Berhasil gondol juara 2 di kelas MP1 dan juara 3 di kelas MP2.

“Lawan terberat adalah diri sendiri, bukan orang lain. Sehingga kalau sudah bisa mengatasi cemas, grogi, gelisah maupun tekanan yang ada pada diri kita, otomatis apa yang kita lakukan akan berjalan sendirinya dengan lancar,” beber pria yang menargetkan bisa lolos Indoprix tahun depan.

Lalu yang terakhir, Agung Febri Ramadhan dari Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3D1 Yong Jaya TDR AHRS, Medan. Walau hanya berhasil sabet satu piala, yakni podium 3 di kelas MP1, pembalap berusia 18 tahun ini tetap optimis pada seri berikutnya akan lebih berprestasi.

“Meski baru 1 piala yang berhasil kita bawa pulang di kelas seeded, setidaknya sudah membuktikan bahwa Agung mampu bersaing dengan pembalap seeded senior. Sekaligus membuktikan hasil garapan Edi ‘Bogel’ Syahputra, yang merupakan mekanik lokal asal Medan, mampu bersaing dengan mekanik-mekanik tim lain yang rata-rata asal Jawa,” ujar Apman Syahtanjung, penggawang tim Alfa Scorpii.

Memang tak bisa dipungkiri, prestasi pembalap pemula maupun seeded, kadang pasang dan surut. “Hal ini merupakan bukti awal bahwa pembalap seeded yunior, enggak bisa diremehkan. Pasalnya jelas-jelas sudah mampu menggeser pembalap seeded senior,” timpal Medya. (otosport.co.id)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa