Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Otomotif Safety First, Hal Kecil Pemicu Kecelakaan Jangan Dibiarkan

Otomotifnet - Senin, 28 Maret 2016 | 13:55 WIB
No caption
No credit
No caption

Jakarta - Merasa perlu ikut serta menekan angka kecelakaan lalu lintas, Bosch kampanye ‘One Wrong Part Can Ruins Everything’. Melalu kampanye ini, Bosch mendukung mobilitas yang aman. Caranya dengan memberikan edukasi pada konsumen mengenai pentingnya memilih onderdil yang berkualitas.

“Banyak hal yang membuat angka kecelakaan tiap tahunnya meningkat. Dari Global Status Report on Road Safety yang dikeluarkan World Health Organization (WHO), sebanyak 1,25 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat kecelakaan lalu lintas,” ucap Frederico Bianco.

Country Head of Bosch Automotive Aftermarket Indonesia ini mengatakan, salah satu penyebabnya adalah soal pemilihan produk yang memiliki kualitas rendah. Oleh karena itu pihaknya menekankan penggunaan produk berkualitas dengan # GettRight dan #StartWithBosch. Selain produk berkualitas, ada hal lain yang berkaitan dengan keselamatan berkendara. Hal lain tersebut adalah soal umur pakai.

“Ambil contoh wiper, berapa banyak pengguna mobil yang tahu kapan harus melakukan penggantian. Kebanyakan dari mereka akan melakukan penggantian setelah performa part tersebut menurun,” kata Frederico.

Berbicara produk aftermarket yang tidak terawat bisa memicu terjadinya kecelakaan, enggak melulu berbau teknologi tinggi. Banyak part yang kita anggap sepele, malahan menjadi penyebab utama kecelakaan. Nah, apa saja kira-kira part yang perlu diperhatikan tersebut? • (otomotifnet.com)

No caption
No credit
No caption
Mika Lampu Buram

Mika Lampu Buram

Tidak jarang Anda menemui masalah ini pada mobil. Akibatnya, pancaran lampu baik lampu utama ataupun lampu rem akan berkurang. Ini mengakibatkan berkurangnya kemampuan pengemudi untuk berkomunikasi dengan pengemudi di depan atau di belakangnya karena tidak cukupnya cahaya untuk memberikan aspek visibilitas yang cukup.

Banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini, mulai Pengggunaan lampu dengan voltase tinggi, sering terkena sinar matahari dalam waktu lama, sering terkena air hujan dan tidak langsung dibersihkan dengan air, membiarkan debu halus menempel dalam waktu lama dan usia pakai yang sudah melebih lima tahun. •

Ukuran Watt Lampu Tidak Sesuai

Ukuran Watt Lampu Tidak Sesuai

Setiap mobil menggunakan watt lampu yang berbeda-beda. Sebaiknya Anda memperhatikan hal ini ketika akan melakukan penggantian bohlam lampu yang mati. Jika anda tidak memperhatikan hal ini, ada beragam konsekuensi yang mungkin akan dihadapi.

Seperti dijelaskan Ichsan Ady Permana, Technical Instructor Training Center PT Astra Daihatsu Motor. “Jika menggunakan lampu yang arus watt-nya berbeda, akibatnya antara lain, suhu lampu terlalu panas dapat merusak mika atau reflektor lampu. Lalu cahaya lampu tidak terang dikarenakan menggunakan lampu dengan voltase yang lebih rendah, selain itu fuse atau kabel yang mengalirkan listrik ke lampu berisiko terbakar dikarenakan arus listrik yang tidak sesuai.” •

 

Editor : Otomotifnet

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa