Modifikasi Honda Odyssey 2010, Kapok Main Chamber

Parwata - Selasa, 5 Juli 2016 | 20:10 WIB

Pernah apes main statis, pria yang satu ini akhirnya pilih air suspension jadi solusi aliran VIP

Jakarta - Mengubah sebuah MPV jadi tunggangan idaman anak muda memang tak pernah mudah. Desain awal untuk mengoptimalkan ruang agar seisi keluarga bisa nyaman, membuat kodratnya jauh dari dunia modifikasi. Namun bagi Ravan, salah seorang anggota K Van Culture, hal tersebut justru jadi tantangan menarik.

Lihat saja, Honda Odyssey 2010 miliknya. Tak sekadar asal ubah, jiwa anak muda dikombinasi, sampai-sampai perlu mengubah kaki-kaki, karena saking penginnya terlihat ceper. “Intinya saya ingin terlihat oke untuk style elegant & VIP, tapi harus tetap nyaman seperti MPV seharusnya,” jelasnya.

Penasaran cerita mahasiswa ini mengutak-atik mobilnya di waktu terbatasnya? Simak di bawah ya. 

 Air Suspension

Meski komponen yang satu ini langsung terkesan wajib bagi yang ingin ceper tapi tetap nyaman, Ravan awalnya justru ngotot untuk main statis. Dengan pelek lamanya agar terlihat lebar dan ceper, alhasil camber minus jadi solusinya.

“Dulu saya memilih untuk dibuat camber, biar kelihatan sangat lebar saya buat saja minus 10,” terang pria berumur 27 tahun itu. Enggak sampai sebulan, konfigurasi yang dibuatnya itu justru membuat harus terdampar di pinggir jalan karena ban tipisnya pecah dan membuat pelek ‘grepes’.
    
Alhasil, Ravan pun berpindah dari menggunakan per statis ke air suspension yang digarap di YM Auto Wheels. Dengan pengaturan air sus 2 titik dan kompresor Viair, menaik-turunkan tinggi kendaraan kini jadi memungkinkan. “Saya pasang dua kompresor agar proses naik turun lebih cepat. Kebanyakan kan pakai satu, kelamaan kalau sampai ketemu polisi tidur,” tambahnya lagi.    
 
Wide Body

Menyamai tampilan pelek lebar saat di-camber dan setelah dipasang air sus perlu penyesuaian ulang. Solusinya, adalah wide body. Berhubung aliran Rocket Bunny sekarang sedang tren, pria yang satu ini pun tidak mau ketinggalan.

“Pelek Kranze yang saya pasang punya lebar 13 inci di belakang dan 11 inci di depan. Kalau tidak ada over fender, kelihatan terlalu menonjol keluar pelek dan bannya,” tutur pria yang berdomisili di Jakarta itu.
    
Akhirnya, Odyssey kesayangannya dibawa ke Tomi Airbrush untuk dibuatkan wide body ala modifikator Jepang itu. Tidak lupa, melengkapi tampilan agar terlihat down to earth, body kit asli untuk Odyssey dari Vlusty Jewel dipesan langsung dari negara matahari terbit.

Setelah dipakai, itu pun masih terlihat kurang ‘menempel’ ke tanah, makanya Tomi Airbrush membuatkan lagi lips spoiler tambahan yang diset mentok, saat air sus diturunkan maksimal. “Habis jadi, ternyata ini satu-satunya Odyssey di Indonesia yang pakai Rocket Bunny. Lumayan jadi terlihat unik, hehehe,” celoteh Ravan.
 
Body Wrap
    
Masih merasa tampilan ala Rocket Bunny miliknya kurang dilirik, Ravan mencari cara lagi agar Odyssey-nya tersebut bisa langsung menarik perhatian banyak orang. Akhirnya, terpikir solusi untuk membuat warna bodi besutannya lebih menarik. Warna bunglon akhirnya jadi pilihan, tetapi metode mengubah warnanya enggan dilakukan dengan mengganti cat.

“Kalau repaint pasti prosesnya terlalu lama, jadi saya pakai body wrap stiker, supaya lebih cepat dan bisa ganti kalau sudah bosan,” tambahnya. Ia pun mengatakan kualitas stiker 3M warna bunglon lebih baik dibandigkan warna standar, sehingga akhirnya keseluruhan dibalut dengan beberapa bagian dibuat berlapis carbon fibre untuk kesan sporti. “Sekarang saya lewat dimana juga dilirik, ternyata bisa kan MPV terlihat menarik,” canda pria yang sempat memiliki Toyota Yaris ini.    
 
Interior
    
Khas aliran elegan dan VIP, tampilan dalam kabin harus dibuat semenarik mungkin ala-ala modifikator Jepang. Jurus paling utama, Ravan menerapkan lapis ulang bahan-bahan interiornya, yaitu jok, door trim dan langit-langit dengan motif sofa khas VIP. Tidak ketinggalan dibuatkan dek ala café dengan menempatkan mini bar di konsol tengah depan dan di jok baris kedua. Ambient lighting juga diberikan agar atmosfer café makin didapat.
    
Terakhir, pria asal Jakarta ini juga menempatkan beberapa fitur tambahan seperti HUD di ujung dasbor. “Kalau malam jadi enak pakai head up display, enggak perlu lihat ke spidometer, jadi bisa fokus lihat jalan,” tutupnya.

 
Data Modifikasi Honda Odyssey 2010

Eksterior:
Body kit (Front Bumper, Rear Bumper, Side skirts) Vlusty Jewel Odyssey RB3 Original Japan, Front Grille Vlusty Jewel Odyssey Original Japan, Custom Carbon Fibre Wrap Side Mirror, Rocket Bunny Wide Body kit Custom by Tomi Airbrush, Full Sticker Body wrap Oracal Premium Original USA, Custom Headlights “Audi Line” & Angel Eyes, Custom Lips Spoiler Body kit by Tomi Airbrush

Interior:
Leather Seat VIP Wrap MBtech Camaro, Base Carpet Full Wrap MBTech Camaro, Full Head Lining Wrap VIP MBtech Camaro, Custom Front Center Console “Mini Bar” by Tomi Airbrush, Custom Rear Center Console “Mini Bar” by Tomi Airbrush, Custom Upper Console by Tomi Airbrush, Universal Head Up Display, GoPro Hero 4 Mounted on Dash, Digital Air Suspension Pressure Controller

Kaki-kaki:
Kranze Bazeria R19 Lebar 11 Inci (Depan) 13 Inci (Belakang), Accelera Phi 225/30R19 (Depan), Pirelli P Zero 275/30R19 (Belakang), Viair Double Compressor, Airforce Compressor Tube, Viair Air Suspension

Plus:
- Kombinasi Rocket Bunny dan body wrap bunglon benar-benar jadi eye magnet, tekanan paling rendah

sampai menempelkan body kit ke tanah

Minus:
-  Mesin masih kurang sentuhan

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa