Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Dibalik Torsi dan Tenaga Besar, Mesin Diesel Menyimpan Masalah Besar

toncil - Kamis, 8 September 2016 | 11:50 WIB
No caption
No credit
No caption

Jakarta - Mesin diesel sudah common rail dengan segala teknologinya memang membuat sang pemilik merasa terpuaskan. Torsi besar serta irit konsumsi bahan bakar menjadi keungulannya. Tapi, jangan senang dulu. Ada resiko berat yang diusung oleh mesin diesel tersebut. Kerap disebut diesel runaway engine

Mesin diesel akan terus hidup selama ada pasokan bahan bakar, maka ada potensi terjadi hal mengerikan yang disebut diesel runaway engine tersebut. Kondisi ini yakni mesin tak bisa atau tak mau dimatikan meski kunci kontak sudah dicabut. 

“Hal ini dikarenakan mesin terus-terusan mendapatkan pasokan bahan bakar. Penyebabnya bisa beragam. Seperti failure dari penghitungan ECU atau pompa solar rusak dan secara tidak terkontrol terus mengirim bahan bakar,” sebut Taqwa Surya Swasono, pemilik bengkel Garden Speed yang sedang getol ngoprek mesin diesel.

Efeknya sangat buruk. Mesin akan langsung menuju putaran tertinggi. Jarum RPM biasanya langsung mentok ke putaran paling tinggi. Selain itu akan langsung diikuti dengan kepulan asap putih yang tak kunjung hilang.

Jika sudah demikian, tak banyak yang bisa dilakukan. Biasanya akan menunggu sampai solar habis supaya mesin mati. Atau bahkan menunggu kerusakan sistem mekanikal lainnya yang membuat pasokan solar terhenti. 

Ada metode lain untuk mematikan kondisi demikian. Yakni menghentikan pasokan udara. Artinya, harus melepas saluran udara untuk menutupnya. Tapi harus pastikan, penutupnya cukup kuat supaya tidak terisap. Untuk hal ini harus punya nyali besar. Sebab akan bekerja menutup ketika mesin panas dan putaran mesin sangat tinggi. 

Tutup pasokan udara untuk cegah diesel runaway engine. Pastikan kuat.

Untuk Indonesia memang belum pernah terdengar kasusnya. “Tapi tetap terbuka kemungkinan akan hal ini,” sebut pria yang sukses upgrade performa mesin diesel hanya dengan memainkan ECU standar. 

Di beberapa negara yang banyak pakai mesin diesel, hal ini kerap terjadi. ‘Korban’ nya juga tidak main-main. Seperti Mercedes-Benz, BMW, VW, Ford, Volvo dan lainnya. Bahkan di beberapa forum yang banyak diikuti mobil-mobil diesel, ada saja bahasan tentang hal ini. 

Patut dipahami cara kerja mesin diesel. Hidup matinya mesin diesel bergantung pada dua hal, yakni pasokan solar dan udara. Kemudian pembakaran/ledakan yang terjadi disebabkan karena kompresi yang dihasilkan. Selama ada pasokan solar, maka akan terus hidup, meski mobil terguling sekalipun. 

Sementara mesin bensin bisa hidup karena ada campuran udara, bahan bakar dan juga api. Campuran antara udara dengan bahan bakar tersebut akan dibakar oleh api yang dihasilkan dari busi. (otomotifnet.com)

Editor : toncil

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa