Jakarta - Akhirnya setelah menanti dari Oktober 2016 silam, setelah sesi first ride, OTOMOTIF kembali diberi kesempatan oleh PT. Piaggio Indonesia (PID) selaku APM Piaggio Group untuk test ride Moto Guzzi V9 tipe Roamer.
Biar pembaca setia OTOMOTIF enggak penasaran gimana impressi berkendara harian dengan motor asal Italia ini, kita kupas lebih detail termasuk kelebihan dan kekurangan dari motor yang dijual Rp 570 juta OTR Jakarta ini.
Yuk baca terus! Tim OTOMOTIF
Riding Position & Handling
Saat duduk di jok yang empuk dan hanya berjarak 785 mm ke tanah ini, kaki terasa tertekuk ketika menapak, sehingga rider dengan tinggi 180 cm bisa dengan kokoh menopang bobot motor yang mencapai 199 kg ini.
Pengalaman saat riding macet-macetan atau di jalanan kosong, sebaiknya kaki agak sedikit mengangkang, kenapa?
Karena lutut akan bersentuhan dengan cylinder head, meskipun ada pelindung dari karet, hangat bro rasanya kalau sampai kena. Enggak sehangat belaian kasih sayang euy, yang ini sih nyos!
Urusan handling, rancangan sasisnya punya kelenturan yang pas, yang membuat motor ini mudah dikendalikan.
Saat Tester OTOMOTIF berbobot 80 kg mencoba bermanuver tajam dengan kecepatan yang lumayan tinggi, motor ini tergolong nurut.
Rancangan ban depan ring 100/90-19 inci dan belakang 150/80-16 inci buatan Pirelli juga tentu sangat membantu.
( BACA JUGA : Ulasan Lengkap Test Ride Yamaha Aerox 155 VVA versi OTOMOTIF, Temukan Kelebihan dan Kekurangannya! )
Untuk suspensinya punya karakter yang enggak jauh beda dari Moto Guzzi Audace yang sebelumnya pernah diajak riding hingga Pelabuhan Ratu oleh OTOMOTIF, empuk!
Untuk melibas jalan bergelombang ataupun berlubang terbilang nyaman, enggak bikin perut sakit, cocok diajak turing jauh.
Oiya selain lutut harus hati-hati jangan kena cylinder head, ada hal lain yang mesti diperhatikan saat riding dengan motor ini, yaitu footstep dan kedua knalpotnya yang posisinya cukup rendah. Jangan sampai keenakan nikung karena gampang kena aspal, bisa gubrak!
Fitur & Teknologi
Mengusung teknologi Moto Guzzi Traction Control (MGTC) V9 ini dibekali dengan 3 pilihan traction control, 0, 1 dan 2. Nol artinya fitur MGTC ini off yang ditandai dengan indikator warna kuning yang menyala di spidometernya, nah jika MGTC 1 atau 2 aktif, maka indikator tadi mati.
Cara mengganti mode traction control ini cukup tekan tombol MGTC yang berada di dekat switch sebelah kiri, tombol ini ukurannya terbilang mungil jadi tangan harus sedikit melepas genggaman handgrip jika ingin menggantinya ketika di jalan.
Untuk mematikan cukup pencet yang lama tombol MGCT sampai indikator kuning dan simbol yang ada di speedometer mengeluarkan angka 0, begitu juga sebaliknya.
Fitur MGTC ini sangat berfungsi ketika riding hujan-hujanan. Ketika diset MGTC 1 dan gas langsung dibetot dalam kondisi hujan, MGTCnya langsung bekerja dengan meng-cut power mesin sehingga tidak ada gejala spin atau selip.
Sudah dilengkapi pula dengan ABS dan remnya pakai master dan kaliper Brembo yang empuk saat ditarik.
Selain itu motor ini juga dibekali fitur immobilizer untuk keamanan motor, dan ada USB port yang dapat digunakan sebagai charger handphone.
Pada setang terdapat panel instrumen sederhana, menu utama tentu spidometer.
Di sekitar jarumnya ada beberapa lambang peringatan, termasuk segitiga yang juga difungsikan sebagai semacam shift light karena tak ada takometer.
Dalam keadaan standar, shift light menyala di 4.500 rpm dan kedipannya akan semakin cepat hingga 10.000 rpm jika giginya belum diganti.
Eh, shift light ini ternyata bisa disetel loh! Caranya pindahkan dulu indikator ke mode odometer, lalu pencet tombol mode beberapa detik hingga keluar pilihan gear shift set, setelah itu pencet dan tahan lagi tombol mode hingga keluar angka 4.500, lalu tinggal setel sesuai kemauan.
( BACA JUGA : Hasil Test Ride Lengkap Honda CRF250 Rally Versi OTOMOTIF, Kupas Semua Sisi )
“Setingan ini bisa diset hingga 10.000 rpm, tapi sebaiknya pakai setingan 4.500 saja agar mesinnya tetap awet,” jelas Ningga Siagian, Motobike Manager PT. Premier International.
Info lainnya ada di panel digital yang berisi tripmeter, tripmeter D, odometer, jam, temperatur, konsumsi bensin L/100, konsumsi rata-rata, kecepatan rata-rata, jam dan gear position.
Oiya yang jadi catatan tutup tangkinya tanpa dilengkapi kunci! Jadi hati-hati saat parkir, jangan sampai ada yang iseng memasukkan benda asing ke dalam tangki.
Performa
Dibekali mesin berkonfigurasi V-Twin 90º khas Moto Guzzi, punya bore 84 mm dan stroke 77 mm berkapasitas 853 cc. Klaimnya mampu memuntahkan power maksimum 55 dk di 6.250 rpm dan torsi maksimum 65 Nm di 5.500 rpm.
Sistem transfer tenaganya pakai gardan bertransmisi 6-speed dengan single dry plate clutch berdiameter 170 mm.
Keganasan mesinnya ini mulai terasa saat awal mesin distarter, cekrikkk..kriikkk blaarrr...
Mesin langsung goyang kiri kanan bak muscle car dengan power besar. Pelintir gas lebih besar justru goyangan mesin lebih halus.
Buka gas sedikit saja jambakan terasa sangat kuat. Pantas saat dites meraih kecepatan 0-60 km/jam hanya butuh waktu 3,2 detik saja!
Untuk menempuh jarak menengah, tepatnya 0-402 meter juga singkat, di Racelogic tercatat 15 detik dengan kecepatan 150,4 km/jam.
Sedang di spidometer 160 km/jam kurang sedikit. Berapa top speed yang bisa diraih? Di trek yang panjang sekitar 2 km hanya bisa menyentuh angka 180 km/jam di spidometernya.
Konsumsi Bensin
Berkat torsi badaknya sehingga jarang main putaran tinggi, konsumsi bensinnya sedang-sedang saja untuk motor berkapasitas 853 cc dan dinaiki rider berbobot 80 kg. Dipakai di Jakarta yang padat, Moto Guzzi V9 Roamer menghabiskan 6,3 liter untuk 100 km atau 15,8 km/liter.
Data Tes:
0-60 km/j: 3,2 detik
0-80 km/j: 4,7 detik
0-100 km/j: 6,5 detik
0-100 meter: 6,6 detik (@99,6 km/j)
0-201 meter: 9,8 detik (@126,6 km/k)
0-402 meter: 15 detik (@150,4 km/j)
Konsumsi bensin: 15,8 km/lt
Data spesifikasi:
Mesin: 4 langkah 90° V-twin
Kapasitas: 853 cc
Bore x stroke: 84 x 77 mm
Pendinginan: udara dan oli
Rasio kompresi: 10,5:1
Sistem bahan bakar: Marelli MIU single-body electronic injection, integrated management of traction control on 2 levels Starting: elektrik
Pembuangan: stainless steel, 2-in-2 type, three-way catalytic converter with double lambda probe
Standar emisi: Euro 4
Tenaga maks.: 55 dk @ 6.250 rpm
Torsi maks.: 65 Nm @ 5.500 rpm
Transmisi: 6 percepatan
Sasis: ALS steel twin tube cradle frame
Suspensi depan: teleskopik diameter 40 mm
Suspensi belakang: swing arm, twin sokbreker adjustable spring preload
Rem depan: single 320 mm floating, Brembo 4 piston
Rem belakang: single 260 mm fix, 2 piston
Pelek depan: 2.50 x 19
Pelek belakang: 4.00 x 16
Ban depan: 100/90-19
Ban belakang: 150/80-16
P x L x T: 2.240 x 865 x 1.165 mm
Tinggi jok: 785 mm
Jarak sumbu roda: 1.465 mm
Bobot basah: 199 kg
Kapasitas tangki: 15 liter (cadangan 4 liter)
Battery : 12 V-18 Ah
Editor | : | Dimas Pradopo |
KOMENTAR