Toyota Tak Buru-buru Boyong Full EV, Pertimbangkan MPV, SUV Dan Hatchback

Ignatius Ferdian - Selasa, 3 Desember 2019 | 08:00 WIB
Toyota Mirai generasi awal
Iday/Gridoto.com
Toyota Mirai generasi awal

Otomotifnet.com - Menjual segmen mobil hybrid sejak tahun 2009, hingga kini PT Toyota Astra Motor (TAM) belum memiliki kendaraan berbasis full electric untuk pasar Indonesia.

Turunnya Perpres No. 55 tahun 2019 tentang percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik sepertinya tak membuat TAM sebagai pemegang merek Toyota di Indonesia buru-buru mendatangkan mobil listrik ke tanah air.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan pihaknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah.

"Kami masih menunggu keluarnya Permen (Peraturan Menteri), kami juga ingin berdiskusi lagi dengan pemerintah mengenai mau yang mana apakah hybrid, PHEV, BEV. Dari hasil diskusi itu baru kami tahu mau mengeluarkan mobil listrik yang seperti apa," ujar Soerjo (26/11/2019).

(Baca Juga: Mobil Listrik Bisa Laris di Indonesia, Syarat Harga Setara Dengan Avanza Dan Xpander?)

Menurut Soerjo, kondisi saat ini terbilang belum kondusif untuk melepas kendaraan listrik ke pasar.

"Sekarang ini kondisinya seperti 'chicken and egg', jadi siapa yang duluan apakah mobilnya dulu atau mau bangun infrastrukturnya dulu"

"Masalahnya sekarang infrastrukturnya mana? Nah itu menurut saya itu harus diselesaikan bersama," terang Soerjo.

Melihat besarnya minat MPV di Indonesia, mungkinkah TAM menghadirkan mobil listrik tipe tersebut terlebih dahulu?

"Kalau model balik lagi ke karakterisitik market otomotif Indonesia, paling besar memang MPV sebesar 44 persen, lalu kedua ada hatchback dan SUV itu sekitar 18 persen. Kalau disuruh memilih paling antara 3 model mobil tersebut," jelas Soerjo.

Editor : Iday
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa