Mobil Enggak Lolos Uji Emisi, Gara-gara Knalpot Racing, Ini Penjelasan Ahlinya

Radityo Herdianto,Ignatius Ferdian - Senin, 14 September 2020 | 18:10 WIB
Ilustrasi kendaraan berknalpot racing
Sripoku.com
Ilustrasi kendaraan berknalpot racing

Otomotifnet.com - Buat yang ingin mobilnya lolos uji emisi gas buang kendaraan, disarankan tidak pakai knalpot racing.

Ini menyusul Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor yang akan berlaku mulai Januari 2021 dimana mobil di Jakarta harus lolos uji emisi.

Lalu kenapa knalpot racing bisa bikin tidak lolos uji emisi gas buang kendaraan?

"Knalpot racing sifatnya free flow, biasanya komponen catalytic converter dilepas untuk mendongkrak tenaga," tutur Rendi Cristian Darmawan, Kepala Mekanik bengkel Nawilis Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Uji Emisi Gratis di Jaktim Ditunda, Imbas Penerapan Kembali PSBB

setelah carbon cleaner jangan lakukan uji emisi
ryan/gridoto.com
setelah carbon cleaner jangan lakukan uji emisi

Padahal catalytic converter memiliki peran penting untuk menekan emisi gas buang yang dikeluarkan dari knalpot.

"Di dalam sekat catalytic converter terdapat material khusus yang mereduksi gas beracun menjadi unsur gas yang lebih ramah lingkungan," jelas Rendi.

Menurut Yonathan Dharmaputra, pemilik bengkel spesialis Dual Tone Exhaust, Bintaro, penggantian knalpot racing akan meningkatkan kompresi mesin.

"Kalau kompresi meningkat, otomatis angka air fuel ratio (AFR) berubah karena sensor oksigen mesin mendeteksi perubahan tekanan gas buang," ujar Yonathan.

Baca Juga: Mobil Bisa Enggak Lolos Uji Emisi, Biang Kerok Cuma Filter Udara, Ini Penjelasannya

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Panji Nugraha
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa