Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bore Up Aerox 183 Cc, TB Downdraft, Tenaga 21,51 Dk Cuma Buat Ngantor

Fariz Ibrahim - Senin, 10 Mei 2021 | 18:15 WIB
Yamaha Aerox jadi 183 cc dengan tenaga 21,52 dk oprekan Betawi Racer
Fariz/otomotifnet.com
Yamaha Aerox jadi 183 cc dengan tenaga 21,52 dk oprekan Betawi Racer

Otomotifnet.com - Takut terlambat ngantor akibat motor yang kurang ngacir, akhirnya Yamaha Aerox 155 diupgrade performa mesinnya. Itu yang dilakukan Radyan Yusuf.

“Makanya bore up dan segala macem deh,” ujar Radyan yang tergabung di komunitas Speedtuning.id dan Pasukan Matic ini.

Betawi Racer pun diberi mandat untuk menaikkan performa Aerox 155 lansiran 2019 ini. Yuk simak detail oprekan yang menghabiskan dana Rp 15 jutaan ini. 

PISTON & SILINDER

Langkah pertama kapasitas mesin dibikin bengkak dengan bore up. Pakai blok silinder BRT ceramic dikombinasikan dengan piston KTC Kytaco berdiameter 63 mm.

Baca Juga: Yamaha Aerox Seken Update Harga, per April Dibanderol Mulai Rp 16 Jutaan

Piston KTC Kytaco 63 mm siap menggebuk kompresi yang dipatok 13,5:1
Fariz/otomotifnet.com
Piston KTC Kytaco 63 mm siap menggebuk kompresi yang dipatok 13,5:1

“Piston pakai KTC Kytaco untuk kejar kompresi, karena piston BRT cekung. Sekarang ini 13,5:1 karena baru stage 1, rencana selanjutnya sih bakal bikin kompresi lebih tinggi lagi,” sebut Syachrul Fajri pentolan Betawi Racer.

Dengan stroke standar 58,7 mm, berarti kapasitas mesinnya sudah meningkat jadi 182,8 cc atau dibulatkan 183 cc.

KLEP

Keempat klepnya dibesarkan menggunakan produk aftermarket. Dua klep in pakai diameter 22 mm sedangkan kedua klep ex pakai 19 mm.

Untuk mencegah klepnya floating di putaran tinggi, per klep Moto1 pun dipasang.

Baca Juga: Yamaha NMAX dan Aerox 155 Standar Ganti Knalpot Racing, Ukuran Leher Wajib Segini

Klep in pakai 22 mm dengan klep ex 19 mm bikin jalur keluar masuk udara dan bahan bakar lebih luas
Fariz/otomotifnet.com
Klep in pakai 22 mm dengan klep ex 19 mm bikin jalur keluar masuk udara dan bahan bakar lebih luas

“Mestinya pakai yang lebih gede sih, pakai in 23 mm ex 20 mm. Tapi untuk stage 1 coba ini dulu deh. Habis itu lubang intake dan exhaust diporting polished,” lanjut Saprol panggilan nyohornya.

NOKEN AS

Untuk memberikan karakter tenaga yang lebih galak, noken as diracik ulang ala Betawi Racer dengan menambah ‘daging’ dan dibuatkan profil baru pada ketiga bumbungannya.

Lift dibuat 9 mm dengan durasi in 106° dan ex 104°, totalnya sekitar 280°. Ini karakternya buat kejar tenaga di putaran atas, karena kalo matik kan tinggi terus rpmnya,” rinci pria yang bengkelnya ada di Jl. Puncak Cikunir, Jakasampurna, Bekasi.

THROTTLE BODY

Sedotan udara ke ruang bakar diperbanyak dengan penggunaan throttle body milik Suzuki GSX-R150 yang punya diameter 32 mm, “Ditambah velocity stack juga. Enaknya pake throttle body ini soket ISC dan TPS bisa langsung colok, jadi gak perlu ngeubah lagi.”

Noken as diracik ulang ala Betawi Racer untuk mendapatkan tenaga yang gahar di putaran atas
Fariz/otomotifnet.com
Noken as diracik ulang ala Betawi Racer untuk mendapatkan tenaga yang gahar di putaran atas

Baca Juga: Aerox 155 Partnya Serba Custom, Pakai Aluminium, Mesin Mundur

TB GSX-R150 lengkap dengan velocity stack menempel pada intake downdraft BK6, harus rela bobok bagasi!
Fariz/otomotifnet.com
TB GSX-R150 lengkap dengan velocity stack menempel pada intake downdraft BK6, harus rela bobok bagasi!

“Habis itu pake injector XMAX 250 dan sekalian juga dibuat downdraft pake intake R15 kode BK6,” sambung Saprol yang banyak menjajahkan intake BK6 di bengkelnya.

CVT

Untuk meneruskan tenaga, area CVT kena oprek. Mulai dari penggunaan pulley custom dikasih roller 9 gram, mengganti per CVT ‘setan’, sampai penggantian rasio pakai NMAX.

Pulley jadi 13,8° dan kerok jalur roller. Rasio pakai NMAX yang lebih berat dari Aerox 155 biar ‘nafasnya’ panjang, makanya pas dites bisa hampir 150 km/jam di spidometer,” sahut Ucup, panggilan akrab Radyan Yusuf.

HASIL DYNO

Begitu kelar, Aerox 155 berkelir pink ini dibawa ke Sportisi Motorsport yang ada di bilangan Rawamangun, Jaktim. Tujuannya tentu untuk mengetahui perubahan performanya.

Baca Juga: Yamaha Aerox 155 Top Speed 132 km/jam, Modal Knalpot Standar dan CVT

Silencer WRX Oval K1 berpadu dengan leher knalpot R9 yang punya diameter lebih besar, blaarrr…
Fariz/otomotifnet.com
Silencer WRX Oval K1 berpadu dengan leher knalpot R9 yang punya diameter lebih besar, blaarrr…

Diukur menggunakan mesin dyno Dynojet 250i, Aerox 155 standar menghasilkan tenaga maksimal 11,77 dk di 7.950 rpm dengan torsi 11,26 Nm di 6.710 rpm.

Lalu berapa tenaga yang dapat ‘dimuntahkan’ Aerox 183 cc racikan Betawi Racer?

Angka terbaiknya didapat tenaga maksimal 21,51 dk pada 10.830 rpm dengan torsi 14,27 Nm di 10.600 rpm. Itu berarti ada kenaikan tenaga 9,74 dk dan kenaikan torsi 3,01 Nm. Wow!

“Harusnya bisa tembus 22,5-23 dk nih. Tinggal oprek noken as sama bikin kompresi lebih tinggi lagi,” tutup Saprol.

Tenaga jadi 21,51 dk dan kuat di putaran atas, dijamin gak telat ngantor lagi!
Sportisi Motorsport
Tenaga jadi 21,51 dk dan kuat di putaran atas, dijamin gak telat ngantor lagi!

Baca Juga: Yamaha Aerox 155 Ganti Roller, Bisa Substitusi Pakai NMAX, Mio M3 dan Xeon

Yang penting udah gak telat kerja kan!

 

Betawi Racer: 0813-1038-3241

Sportisi Motorsport: 0878-8914-2380

 

Data upgrade:

Piston: KTC 63 mm

Perbandingan kompresi: 13,5:1

Blok silinder: BRT

Klep: In 22 mm, ex 19 mm

Porting polished: By Betawi Racer

Noken as: Custom by Betawi Racer

Intake: BK6 custom

Throttle body: Suzuki GSX 32 mm + velocity

Injector: Yamaha XMAX 250

Per klep: Moto1

Knalpot: WRX Oval K1

Pulley: Custom by Betawi Racer

Derajat jadi 13,8

Roller: 9 gram

Rasio: Yamaha Nmax

ECU: Juken 5 Turbo

Koil: KTC

Per CVT: Per Setan

Editor : Panji Nugraha
Sumber : Tabloid OTOMOTIF

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa