Otomotifnet.com - Meskipun airbag dirancang sebagai sistem perlindungan vital dari benturan fatal, terdapat kondisi khusus di mana kantung udara pada sisi penumpang depan justru harus dinonaktifkan.
Langkah ini krusial untuk mencegah cedera serius, bukan karena kecelakaan itu sendiri, melainkan akibat hantaman keras dari mengembangnya airbag pada subjek yang rentan.
Penonaktifkan airbag sangat disarankan bagi kelompok penumpang berisiko tinggi, di antaranya:
Balita dalam Child Seat
Penempatan kursi bayi menghadap belakang sangat berbahaya jika terkena letupan airbag.
Anak di Bawah 12 Tahun
Postur tubuh yang kecil tidak ideal untuk menerima tekanan kantung udara.
Ibu Hamil
Tekanan instan airbag pada area perut dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin.
Baca Juga: Seperti Ini Proses Perbaikan Airbag Mobil Mengembang Akibat Kecelakaan
Baca Juga: Wajib Tahu Kulit Jok Ternyata Ada Masa Pakainya, Perhatikan Hal Ini
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Arti Kode di Pojokan Kaca Mobil
Baca Juga: Perhatikan Ujung As Sokbreker Bisa Berkarat, Cegahnya Begini
Inilah Cara Mematikan Airbag yang Aman dan Benar
Sebagian besar mobil modern telah dilengkapi dengan mekanisme Airbag Cut-off Switch yang mudah diakses:
1. Temukan Soket Kunci
Buka pintu penumpang depan, posisi sakelar biasanya terletak di sisi samping dasbor atau di dalam laci.
2. Gunakan Anak Kunci
Masukkan anak kunci (atau kunci darurat dari remote) ke dalam lubang sakelar berlogo airbag.
3. Putar ke Posisi OFF
Putar dan tahan kunci ke arah kiri.
Kamu akan merasakan resistensi pegas yang berfungsi sebagai pengaman agar fitur ini tidak sengaja berubah posisi.
4. Verifikasi
Pastikan indikator "Airbag OFF" pada panel instrumen menyala sebagai konfirmasi bahwa sistem telah dinonaktifkan.
Setelah penumpang berisiko tidak lagi berada di kursi depan, jangan lupa untuk memutar kembali kunci ke posisi ON guna mengaktifkan kembali standar perlindungan bagi penumpang dewasa.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR