Otomotifnet.com - Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa teknisi menempelkan stiker segel pada tombol power window setelah pemasangan kaca film baru?
Larangan membuka kaca selama 2 hingga 3 hari ini bukan tanpa alasan teknis yang kuat.
Kaca film dipasang menggunakan perekat khusus yang bekerja dengan sistem tekanan dan panas (pressure and heat).
Saat pemasangan, cairan perekat disemprotkan dan diratakan dengan alat khusus untuk memastikan lembaran film menempel sempurna tanpa gelembung.
Namun, pada tahap ini, perekat tersebut masih dalam keadaan basah.
Tekanan alat baru sekadar mengaktifkan daya rekat awal, bukan mengunci posisinya secara permanen.
Dibutuhkan proses penguapan agar cairan perekat mengering dan "menggigit" pori-pori kaca.
Baca Juga: Dijamin Efektif, Pakai Sealant Ini Untuk Mengatasi Kaca Mobil Bocor
Baca Juga: Kenali Beda Kaca Mobil Laminate dan Tempered Glass, Ini Perbedaannya
Baca Juga: Ini Bahaya Kaca Mobil Bekas Yang Berjamur di Musim Hujan, Cek Faktanya
Baca Juga: Begini Cara Agar Kaca Mobil Tetap Jernih Saat Hujan Deras, Wajib Simak
Inilah alasan mengapa panas matahari sangat dibutuhkan
Fase 72 Jam Pertama
Waktu krusial bagi perekat untuk mengeras. Jika kaca dipaksa turun, gesekan pada karet jendela bisa membuat posisi film bergeser atau terkelupas.
Fase Pengeringan Sempurna
Meski sudah bisa dibuka setelah 3 hari, perekat baru akan mencapai kekuatan maksimal (tidak terpengaruh suhu dan kelembapan) setelah satu bulan.
Dengan bersabar sejenak, kalian memastikan investasi kaca film akan awet, rapi, dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR