Otomotifnet.com - Dalam dunia keamanan kendaraan, kunci motor model segi empat sempat menjadi primadona karena reputasinya yang sulit ditundukkan oleh pelaku curanmor.
Berbeda dengan model standar, kunci segi empat dirancang dengan profil lubang yang sangat sempit pada rumah kuncinya (ignition barrel).
Desain ini secara teknis menyulitkan penggunaan alat paksa seperti kunci T, karena ruang gerak untuk memanipulasi mekanisme internal sangat terbatas.
Keunggulan utama kunci ini terletak pada kompleksitas sistem pin atau gigi internal.
Jika kunci motor konvensional hanya memiliki sedikit titik penguncian, kunci segi empat dibekali hingga 16 pin yang tersebar di empat sisinya (masing-masing sisi memiliki 4 pin).
Banyaknya jumlah kombinasi pin ini membuat proses picking atau pembobolan paksa menjadi jauh lebih rumit dan memakan waktu lama, sehingga seringkali membuat maling mengurungkan niatnya.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Cara Buka Pintu Mobil dari Dalam Saat Terkunci Total
Baca Juga: Biar Enggak Ketinggalan Zaman, Ini Beda Kunci Motor Immobilizer Dan Kunci Biasa
Baca Juga: Kunci Pintar Honda Smart Key System Wajib Dirawat, Lakukan 7 Hal Ini
Baca Juga: Baru Tahu Sejarah Kunci Inggris, Nama dan Bentuk Asli Pertama Kali
Namun, di balik tingkat keamanannya yang tinggi, kunci jenis ini memiliki kelemahan pada aspek pemeliharaan.
Karena mekanismenya yang sangat presisi dan rapat, kunci segi empat sangat rentan terhadap korosi dan penumpukan kotoran.
Tanpa perawatan rutin, seperti pemberian cairan penetran atau pelumas khusus ke dalam lubang kunci, komponen di dalamnya mudah macet dan sulit diputar.
Bagi pemilik motor dengan jenis kunci ini, konsistensi dalam merawat kebersihan lubang kunci adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari risiko pencurian.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR