Otomotifnet.com - Menjaga rutinitas penggantian oli bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi agar mesin diesel tetap bertenaga dan panjang umur.
Hal ini menjadi krusial terutama bagi kendaraan yang sering berjibaku dengan beban berat atau kemacetan kota yang ekstrem.
Menurut Sanusi, seorang pakar otomotif, ada beberapa parameter yang bisa Anda gunakan sebagai acuan:
-
Penggunaan Normal (Daily Drive): Sangat disarankan untuk melakukan penyegaran oli setiap 5.000 km atau maksimal 3 bulan sekali. Langkah preventif ini memastikan pelumas belum mengalami oksidasi berlebih akibat suhu mesin.
-
Kendaraan Jarang Pakai (Weekend Warrior): Meski mobil lebih banyak terparkir di garasi, oli tetap memiliki masa kedaluwarsa karena faktor kelembapan. Jika mobil hanya digunakan seminggu sekali, batas toleransi penggantiannya adalah 6 bulan sekali.
-
Metode Hour Meters (Kondisi Ekstrem): Pada sektor industri khusus seperti pertambangan di mana mobil beroperasi nyaris 24 jam nonstop, jarak tempuh (km) bukan lagi acuan akurat. Di sini, yang dihitung adalah jam kerja mesin (running hours). Unit yang bekerja berat bahkan mungkin memerlukan penggantian oli setiap satu hingga dua minggu sekali.
Baca Juga: Bahaya Oli Mesin Motor Rembes, Ini 3 Solusi Praktisnya Kata Bengkel
Baca Juga: Telat Ganti Oli Transmisi CVT Mobil Honda, 2 Bengkel Ungkap Efek Fatal
Baca Juga: Awas Ditipu Bengkel, Mobil Transmisi CVT Gak Butuh Flushing Oli Matik
Baca Juga: Kenapa Ganti Oli Mesin dan Filter Harus Barengan, Ini Kata Bengkel
Setiap produsen memiliki spesifikasi mesin yang berbeda.
Oleh karena itu, selalu jadikan buku panduan pemilik atau buku servis resmi sebagai kompas utama Anda dalam menentukan jadwal perawatan yang paling presisi.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR