Otomotifnet.com - Pernahkah Anda memperhatikan pola garis-garis putih mengerucut yang membentuk sudut di aspal jalan tol?
Sekilas, pola yang dikenal sebagai marka chevron atau marka serong ini tampak seperti dekorasi jalan biasa.
Namun, di balik estetikanya, marka ini adalah instrumen keselamatan vital yang dirancang untuk menyelamatkan nyawa pengemudi.
Secara regulasi, marka chevron bukanlah area yang boleh disentuh oleh ban kendaraan Anda.
Berdasarkan Permenhub Nomor 34 Tahun 2014, marka serong ditegaskan sebagai garis utuh yang menandakan zona tersebut bukan merupakan jalur lalu lintas kendaraan.
Artinya, area ini adalah "tanah terlarang".
Jika Anda dengan sengaja melintasi atau menginjaknya, Anda tidak hanya mengabaikan keselamatan, tetapi juga menantang hukum.
Menurut UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 287 (1), pelanggar marka jalan terancam sanksi pidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda administratif hingga Rp 500.000.
Mengapa marka ini begitu efektif mencegah kecelakaan?
Rahasianya terletak pada psikologi persepsi manusia.
Baca Juga: Mengapa Garis Marka Jalan Sangat Licin Saat Musim Hujan? Cek Faktanya
Baca Juga: Ini Arti Marka Garis Utuh Sampai Ganda Putus-putus
Baca Juga: Marka Putus-putus Sampai Ganda di Jalan Ada Artinya, Jangan Dilanggar
Baca Juga: Sering Dilewatin, Tapi Banyak Yang Enggak Tahu Arti Marka Jalan Ini
-
Efek Manipulasi Otak: Marka chevron berfungsi sebagai reducing marking. Desainnya menciptakan ilusi visual seolah-olah jalan sedang menyempit.
-
Refleks Bawah Sadar: Berdasarkan riset Transport Research Laboratory (TRL) di Inggris, sekitar 90% informasi yang diterima pengemudi berasal dari mata. Saat melihat pola chevron, otak secara otomatis memerintahkan kaki untuk melepas pedal gas dan menurunkan kecepatan tanpa kita sadari.
Fungsi Strategis di Titik Rawan
Biasanya, Anda akan menemui marka ini di titik percabangan (diverging) atau penggabungan jalan (merging).
Namun, kini pengelola jalan tol juga memasangnya di trek lurus yang rawan kecelakaan.
Tujuannya jelas: memerangi speeding atau aksi mengebut.
Dengan adanya marka ini, pengemudi dipaksa secara psikologis untuk tetap waspada dan berada di jalur yang benar.
Edukasi untuk Pengemudi Smart
Memahami marka chevron adalah bagian dari menjadi pengemudi yang cerdas (smart driver).
Berikut adalah poin penting yang wajib diingat:
-
Dilarang Berhenti: Jangan gunakan area chevron untuk berhenti atau beristirahat kecuali dalam keadaan darurat yang sangat mendesak.
-
Jaga Jarak Aman: Area ini sering kali mengandung debu atau kerikil halus karena jarang dilintasi, sehingga menginjaknya saat kecepatan tinggi bisa menyebabkan selip.
-
Hormati Batas: Garis utuh berarti batas suci. Jangan gunakan area ini untuk memotong jalan saat ingin berpindah jalur di persimpangan tol.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR