Baca Juga: Kawasaki Ninja E-1 Tahun 2026: Sekarang Dibanderol Segini
Baca Juga: Kawasaki ZX-25R Tahun 2026: Sekarang Dibanderol Segini
Baca Juga: Kawasaki Ninja ZX-25RR Tahun 2026: Sekarang Dijual Segini
Baca Juga: Kawasaki KLE500 SE Tahun 2026: Sekarang Dibanderol Segini
Sistem Pengereman
Motor ini mengusung kombinasi rem cakram berdiameter besar, kaliper radial berkinerja tinggi, serta teknologi Anti-lock Braking System (ABS) dua kanal yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan berkendara.
Rem depan menggunakan single disc brake berdiameter 320 mm yang dipadukan dengan kaliper radial empat piston didukung sistem hidraulic disc brake serta dual chanel ABS.
Sedangkan pada rem belakang memakai single disc brake berdiameter 230 mm yang dipadukan dengan kaliper piston tunggal, sama seperti rem depan yang didukung sistem hidraulic disc brake serta ABS yang bisa dinonaktifkan (Switchable Rear ABS).
Performa Mesin
Mengintip ke sektor dapur pacunya yang mengusung konfigurasi 1-silinder berkapasitas 398 cc, 4-stroke menggunakan teknologi DOHC 4 katup, Bosch Electronic Fuel Injection serta sistem pendingin cairan yang dirancang untuk menghasilkan performa optimal sekaligus efisiensi bahan bakar yang baik.
Mesin tersebut bisa menghasilkan tenaga 40 HP pada 8.000 rpm dan torsi maksimal 37,5 Nm pada 6.500 rpm.
Dengan menggunakan transmisi manual 6-percepatan yang dipadukan dengan assist and slipper clutch, sebuah teknologi yang umumnya ditemukan pada motor kelas menengah hingga premium.
Salah satu keunggulan utama mesin Triumph Scrambler 400 X 2026 adalah penggunaan sistem throttle elektronik atau ride-by-wire yang memungkinkan respons bukaan gas menjadi lebih halus dan akurat dibandingkan kabel throttle konvensional.
Harga Terbarunya
Berdasarkan data terbaru, berikut estimasi harga Triumph Scrambler 400 X tahun 2026:
| Triumph Scrambler 400 X 2026 | Rp.178.500.000 |
*Disclaimer:
- Harga diambil dari Website Resmi.
- Harga OTR Jakarta, dapat berubah sesuai kebijakan dealer dan wilayah masing-masing.
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR