Gagahnya Miniatur Moge

Editor - Senin, 1 November 2010 | 11:53 WIB

(Editor - )


OTOMOTIFNET - Pasar motor sport di Tanah Air semakin ramai, setelah jagoan baru dari ATPM berlambang garputala, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), meluncurkan  Byson 150 beberapa waktu lalu.

Dengan mengandalkan mesin 150 cc, Yamaha menyasar peminat tunggangan gagah dengan harga RP 19,9 juta (on the road, Jakarta).

Terlihat jelas, tampilan Byson layaknya motor besar, dengan tangki bensin gambot, plus penggunaan sokbreker dengan diameter besar serta pelek dan ban lebar. Belum lagi, knalpot pun diberi penutup kotak besar, sehingga membuatnya tampak seperti miniatur moge.

Memang, tangki besarnya hanya kondom yang menyelimuti tangki berkapasitas 12 liter. Tetapi, ukuran diameter sokbreker 43 milimeter, boleh dibilang terbesar untuk motor sport di kelasnya, bahkan kelas di atasnya.


Radius putar setang kurang lincah di lalu-lintas padat

Katalisator pada knalpot emisi gas buang ramah lingkungan

Ban lebar penampilan baik dan pengendalian stabil

Posisi duduk Byson memang nyaman, setang dengan ketinggian cukup untuk rata-rata orang dewasa di Indonesia, serta lebarnya pun pas untuk digenggam kedua tangan. Hanya terasa saat melaju di padatnya lalu-lintas perkotaan, radius putarnya lebar sehingga kurang lincah.

Tetapi, untuk melakukan perjalanan jauh seperti turing ke luar kota, kenyamanan Byson sungguh terasa, bantingan suspensi depan dan belakang tak sampai membuat orang yang duduk di atas jok terasa pegal. Masih bisa nyaman selama perjalanan.

Bantingan suspensi ini pun sangat berhubungan dengan pengendaliannya, meski empuk masih bisa memberikan pengendalian yang stabil di jalan menikung maupun lurus. Terasa efek ban lebar sebagai standarnya mampu memberikan kemampuan ini buat Byson.

Sistem rem juga bisa memberikan pengurangan laju nyaman dan akurat. Tentu saja, karena memang terasa hal yang sedikit menggelitik buat penunggangnya. Tarikan Byson boleh dibilang sehalus bantingan suspensinya. Tak terasa galak di putaran menengah maupun atas.

Untuk berakselerasi, tergolong sedang-sedang saja, bahkan ketika dicoba untuk mencapai kecepatan 100 km/jam. Pada spidometer menunjukkan angka 105 km/jam, namun pada alat ukur, Vericom VC2000, akselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam, pada unit yang kami tes ini tak bisa mencapainya. Mungkin perlu di uji pada Byson yang lain.

Namun, teknologi yang diusung mesinnya cukup baik, seperti penggunaan roller rocker arm pada pelatuk klep, serta adanya katalis di knalpot menjadikan Byson irit dan ramah lingkungan.

Kecanggihan ini pun ditunjukkan pada tampilan panel instrumen, seperti takometer digital dengan lampu yang menunjukkan putaran mesin menggantikan model jarum seperti saudara-saudaranya yang lain, semisal Scorpio dan V-Ixion.

Sayangnya, ketika melaju di siang hari, perlu konsentrasi sendiri untuk memperhatikan petunjuk kitiran mesin per menit itu. Tak semudah model jarum yang bisa terlihat dengan jelas dan cepat.

Namun, di balik semua itu, jika menginginkan kuda besi yang berpenampilan keren dan gagah, Byson bisa menjadi pilihan. Sepertinya tak salah Yamaha memperkenalkan model ini di pasar motor sport dalam negeri.

Hasil test
0-60 km/jam 6,00 detik
0-80 km/jam 11,02 detik
0-100 km/jam tidak tercapai
0-100 m 7,87 detik
0-201 m 12,52 detik
0-402 m 21,52 derik
Konsumsi bahan bakar (L/Km) 1/32 (kombinasi)

Penulis/Foto: Tim Otomotif / Dolok