Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Apa Itu Turun Mesin? Inilah Penyebab Utama dan Penjelasannya

Konten Grid - Kamis, 29 Januari 2026 | 09:00 WIB
gejala turun mesin
gejala turun mesin

Otomotifnet.com - Bagi Anda yang antusias dengan dunia otomotif, istilah turun mesin mungkin sudah tidak asing lagi.

Namun, banyak yang masih menganggapnya sebagai momok yang menakutkan, padahal memahami proses ini sangat penting bagi setiap pemilik kendaraan.

Apa Sebenarnya Turun Mesin Itu?

Secara teknis, turun mesin atau overhaul adalah proses pelepasan unit mesin secara utuh dari dudukan (mounting) pada sasis kendaraan.

Istilah ini lahir dari tindakan fisik menurunkan mesin untuk mempermudah mekanik melakukan inspeksi mendalam, pembersihan, hingga penggantian komponen internal yang tidak bisa dijangkau jika mesin masih terpasang.

Waspadai Gejala Awalnya

Turun mesin biasanya menjadi langkah terakhir ketika kendaraan mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius, seperti:

  • Sulit Dinyalakan: Performa starter yang berat meski aki dalam kondisi baik.

  • Asap Putih dari Knalpot: Indikasi adanya oli yang ikut terbakar di ruang kompresi.

  • Suara Abnormal: Bunyi ketukan atau gesekan kasar (knocking) yang tidak wajar dari dalam blok mesin.

Penting untuk diingat bahwa turun mesin bukanlah sebuah masalah, melainkan sebuah solusi medis untuk menyembuhkan penyakit kronis pada jantung mekanis mobil Anda agar kembali ke standar pabrikan.

Baca Juga: Perlu Tahu, Inilah Urutan Benar dan Aman Mematikan Mesin Mobil Matik

Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas, Ini Solusinya

Baca Juga: Begini Cara Mematikan Mesin Mobil Dengan Baik, Jangan Sampai Salah

Baca Juga: Seal Klep Mesin Mobil Aus Bisa Dideteksi Lewat Tanda Ini

Agar kendaraan Anda tidak perlu "masuk ruang operasi" terlalu dini, ada tiga kebiasaan krusial yang wajib konsisten dilakukan:

1. Gunakan Bahan Bakar Berkualitas

Gunakan BBM dengan angka oktan yang sesuai spesifikasi kompresi mesin.

Bahan bakar yang tepat mencegah timbulnya kerak karbon berlebih yang bisa merusak piston.

2. Disiplin Pelumasan

Gunakan oli mesin dengan spesifikasi (SAE) yang direkomendasikan pabrikan.

Jangan pernah menunda jadwal penggantian oli, karena oli yang jenuh akan kehilangan kemampuan proteksinya.

3. Jaga Kebersihan Napas Mesin

Selalu bersihkan atau ganti filter udara secara berkala.

Udara yang kotor adalah jalan masuk bagi partikel abrasif yang dapat menggores dinding silinder.

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa