Tips Motor Starter, Ganti Sikat Langsung Jreng!

billy - Rabu, 20 Februari 2013 | 07:20 WIB

(billy - )


Mungkin sebagian dari sobat pernah atau sering mengalami kendala ketika menghidupkan engine motor pakai elektrik starter. Tombol elektrik starter harus ditekan berulang-ulang kali, barulah engine bisa hidup. Atau, bahkan tidak bisa hidup dan akhirnya terpaksa menggunakan kick starter.

Meskipun sudah mengganti baterai alias aki di motor dengan aki yang baru, tetapi tetap saja tidak bisa melakukan penghidupan motor lewat elektrik starter. Jika kondisi sudah seperti itu, patut motor atau dinamo starter kudu dicurigai.

"Motor starter dihidupkan oleh baterai. Jika baterai bagus, normalnya motor starter akan hidup lancar. Tapi, kadang karena usia dan minimnya perawatan, kondisi brush atau sikat yang ada di motor starter sudah aus,” beber Tri Wahyanto.

Brush memang didesain untuk aus dan lama-kelamaan pasti akan berkurang. Itu karena brush tersebut bergesekan dengan komutator ketika motor starter hidup. Sehingga, brush akan lebih cepat mengalami keausan dibandingkan komponen motor starter yang lain.

Untuk mengatasinya, harus bongkar motor alias dinamo starter. Cara pertama, lepas terlebih dahulu soket-soket kelistrikannya. Selanjutnya, lepas tutup bak mesin bagian kiri. Setelah terlepas, akan kelihatan cincin pengunci. Nah, lepas juga cincin pengunci itu.

"Setelah semuanya terlepas, berikutnya lepas baut pemasangan motor starter di mesin,” beber pria pemilik bengkel motor bernama Serba Jaya ini. Usai dilepaskan dari dudukan, tinggal buka penutup motor starter dengan cara melepas baut-baut penguncinya.

Dengan kondisi terlepas, barulah bisa melihat keausan brush di dinamo starter. Buat pacuan Honda, kalau menurut buku manual servis Honda, keausan yang diijinkan tidak lebih dari 4 mm.

Rasanya, buat pacuan merek lain juga tidak jauh berbeda. Nah, jika keausan sudah melebihi batas minimum yang diijinkan, sudah selayaknya brush diganti dengan yang baru.

Sebelum merakitnya kembali, juga perlu melakukan pembersihan dan pengecekan pada komutator. Jangan biarkan part ini penuh dengan debu dan kotoran yang menempel. Ataupun, dari kerusakan yang diakibatkan oleh hubungan singkat.

Yang perlu diperhatikan saat membersihkan komutator, “Jangan sekali-kali membersihkan permukaan komutator yang berdebu dengan menggunakan amplas. Karena perlakuan itu akan merusak permukaannya,” tutup pria yang membuka bengkel di Jl Salatiga-Suruh km 1, Jawa Tengah itu.

Coba cek ya! (motorplus-online.com)