Langsung Ganti Oli, Kalau Mobil Terendam Banjir

Senin, 2 Maret 2015 | 16:30 WIB


Jakarta - Puncak curah musim hujan tertinggi biasanya terjadi di bulan Januari-Februari setiap tahunnya. Minggu lalu, sepanjang akhir pekan, hujan turun tanpa henti dan sempat mengakibatkan banjir serta genangan air di beberapa kota dan daerah. Nah, apa efeknya?

“Mobil yang terendam banjir bisa menyebabkan kerusakan yang fatal, baik di sisi mesin maupun eksterior atau interior,” ujar Jasin Stefanus dari bengkel Provis di kawasan Pondok Ranji, Bintaro. 

Lanjutnya, kalau terendam banjir pada saat mobil diam, begitu air surut jangan coba-coba untuk menghidupkan mesin jika masih sayang dengan mobilnya. Kenapa? “Pasti kita tidak tahu sebanyak apa air yang masuk ke dalam mesin, belum lagi kerusakan yang disebabkan air di sektor elektrikalnya,” tukas Jasin lagi. 

Lanjut Jasin juga sangat menyarankan untuk langsung mengganti oli pada mesin, transmisi, dan gardan, “Karena sangat mungkin air masuk ke dalam blok mesin dan bercampur dengan oli,” tukasnya.

Katanya lagi, kalau oli tidak diganti, lama kelamaan bisa menimbulkan korosi di dalam mesin karena air tadi. “Maka sebaiknya langsung ganti semua oli dan filter olinya,” bilang pria berkaca mata ini.

Malah kalau perlu Jasin menyarankan sesudah jalan sekitar 50 km, ganti lagi olinya. “Supaya benarbenarbersih dari air tadi,” tuturnya.

Sementara itu Sukandi Endah, Kepala Bengkel Otomotif Service Station (OSS) di Gedung Kompas Gramedia Majalah di Jl. Panjang No.8a, Kebon Jeruk, Jakbar, ikut menambahkan, untuk membiasakan menggunakan oli mesin yang bagus.

“Jangan cuma mencari harga murahsaja, selain itu bila menggunakan oli yang bagus akan dapat melindungi jeroan mesin lebih baik,” bilang ayah dua anak ini.

Kata Sukandi lagi, merek yang terbaik dan sudah teruji di pasar saat ini adalah Pertamina Fastron Techno 10W40 dan Pertamina Fastron Gold 5W30. Hindari genangan air dan silakan coba pelumas Pertamina! (otomotifnet.com)