Otomotifnet.com - Bagi pemilik kendaraan, memahami jenis air aki bukan sekadar soal warna botol, melainkan tentang menjaga kesehatan sel baterai agar tetap panjang umur.
Di pasaran, kita sering menjumpai dua varian kemasan yang kerap dianggap sama, padahal keduanya memiliki karakteristik kimiawi yang sangat kontras.
1. Botol Merah (Aki Zuur)
Cairan dalam botol merah dikenal dengan nama Aki Zuur.
Ini bukanlah air biasa, melainkan larutan asam sulfat (H2SO4) yang memiliki peran krusial sebagai elektrolit.
Fungsi Utama
Digunakan khusus untuk pengisian pertama kali pada aki baru (aki basah).
Kandungan elektrolitnya berfungsi menyimpan dan menghantarkan arus listrik.
Karakteristik Kimia
Sifat asamnya sangat kuat dan korosif.
Jika terkena kulit akan menimbulkan rasa gatal, bahkan mampu melubangi kain dalam sekejap.
Interaksi Logam
Karena sifat sulfurnya yang agresif, cairan ini hanya bisa berpasangan dengan timbal atau timah hitam (Pb), logam yang tahan terhadap korosi asam sulfat.
Baca Juga: Aki Mobil Bisa Meledak Tiba-tiba, Hal Ini Wajib Diperhatikan
Baca Juga: Hindari Pasang Aki Mobil Dengan Ampere Lebih Kecil, Cek Faktanya
Baca Juga: Aki Mobil Tipe Basah dan Kering Rata-rata Usia Pakai Berapa Tahun?
Baca Juga: Gejala-gejala Aki Mobil Harus Disetrum Ulang, Jangan Beli Aki Baru
2. Botol Biru (Air Aki)
Berbeda jauh dengan si merah, botol biru berisi air yang telah melalui proses demineralisasi hingga menjadi air murni tanpa kandungan logam sedikit pun.
Fungsi Utama
Digunakan hanya sebagai cairan penambah saat level air di dalam boks aki mulai menyusut atau mendekati batas bawah (lower level).
Mengapa Harus Demineralisasi?
Saat aki bekerja, air di dalamnya menguap namun kandungan asam sulfatnya tetap tinggal.
Dengan menambahkan air murni (botol biru), kita hanya menambah volume cairan tanpa mengubah berat jenis atau konsentrasi H2SO4 yang sudah ada.
Keunggulan
Karena bebas mineral, cairan ini tidak akan menimbulkan kerak atau reaksi kimia tambahan yang dapat merusak pelat timbal di dalam aki.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR