Yamaha Mio, Jajal Piston Baru

billy - Rabu, 16 November 2011 | 09:42 WIB

(billy - )


Yamaha Mio yang digeber Heru Susanto, mampu bertengger di podium 2 kelas 150 cc Open. Tepatnya pada ajang final MOTOR Plus Indonesian Super Matic Race 2011 lalu di Cirebon. Juara satunya sudah dibahas dua Minggu lalu,

Menurut Bang Jay yang menangani pacuan Heru Susanto, balap di Cirebon lalu lagi jajal sekaligus riset piston baru. “Mereknya TKRJ asli Jepang,” jelas Bang Jay yang punya nama lengkap Zaenudin dari Eka Jaya Motor itu.

TKRJ memproduksi piston untuk balap matik dan bebek. Seperti untuk kelas 150cc khusus Yamaha Mio. “Diameter seher ukuran 57mm, 57,25mm dan 57,50mm,” sebut M. Firmansyah dari Takara Indo Suplies, importir dan distributor TKRJ Japan Product.

Yang digunakan oleh Bang Jay baru lalu, ukuran 57,00mm. Supaya dipakainya step by step. Kemudian bisa menyusul oversize. Kapasitas silinder yang dicapai baru 147,7cc. Kalau nanti sampai mentok, aplikasi yang 57,5mm, kapasitas silinder 150,3cc. Belum melanggar regulasi, karena dibolehkan sampai 150,9 cc.

Untuk penggunaan ring piston bisa menggunakan milik Suzuki Thunder 125 oversize 0 sampai 50. Kalau tidak dijumpai milik Thunder, bisa pakai ring piston GL-Pro Neo Tech. “Selain lebih murah juga gampang dijumpai,” jelas Bang Jay yang pakai nama tim TKRJ Kawahara Biker 46 itu.

Menurut Firman lagi, untuk ring piston punya Neo Tech yang digunakan dari oversize 50 sampai 100. Namun nantinya tidak perlu repot. Kalau hasilnya sudah bagus, akan dipasarkan sudah termasuk ring piston. Jadi tidak perlu repot.

Perlu diperhatikan, piston ini sudah jenong. Untuk menggunakannya harus ukur ulang kompresi. Jenongnya silakan dipapas. Seperti Bang Jay menggunakan kompresi 12,5 : 1. Karena bahan bakar yang digunakan yaitu Pertamax Plus.

Selain menggunakan piston baru, kepala silinder pakai klep isap 29mm dan buang 24mm. Berdasarkan pengujian menggunakan flowbench didapat 105 CFM di lubang isap.

Intake Matik Bantu Flow
Di Yamaha Mio pacuan Heru Susanto yang podium 2 kelas 150 cc Open itu, juga menggunakan intake manifold khusus matik. Sehingga membantu flow ketika diukur menggunakan flowbench.  

Intake yang tidak menghambat laju gas bakar itu buatan AHRS. Secara desain dan ukuran memang menguntungkan. Bukan semata lebih pendek, tapi juga mampu membuat laju gas bakar lebih fokus langsung menuju ruang bakar.

Selain itu, ketika dipasang di kepala silinder dengan posisi mesin tiduran, arah moncong depan karburator lebih turun.  Sehingga menguntungkan, karena pelampung tidak cepat menutup. Bensin di bak karburator tidak mudah habis. Enggak bikin kering ruang bakar.

 Namun supaya awet, lebih bagus digabung dengan intake manifold  khusus untuk Suzuki TS125. Membuat lebih tahan panas dan tidak mudah lentur ketika kena suhu tinggi. Apalagi karburator yang dipakai juga gambot. Keihin PE 28 atau yang venturinya sama.  (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Ban : Indotire
Knalpot : Kawahara
Roller : Kawahara
Spuyer : Kawahara
CDI : BRT