Terios 7 Wonders Sebrangi Jembatan Ponulele, Palu

Minggu, 5 Oktober 2014 | 15:06 WIB


Polewali Mandar - Setelah bermalam di Palu, 7 unit Daihatsu Terios TX yang membawa media dan blogger kembali bererak pukul 07.00 WITA dengan tujuan Polewali Mandar (4/10). Diperkirakan perjanan akan ditempuh dalam 8 jam. Namun baru saja tim Terios 7 Wonders bergerak, muncul ide untuk mengambil gambar di bawah Jembatan Ponulele. Jembatan yang membentang di atas muara sungai di kawasan Teluk Palu ini diresmikan pada 2006 dan jadi ciri khas Kota Palu. Menghubungkan antara Kecamatan Palu Timur dan Barat.

Jembatan yang didominasi warna kuning dan berbentuk huruf 'M' ini merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia. Panjangnya sekitar 300 meter. Ups, lupa. Ini bukan destinasi utama. Yuk ah, tancap gas lagi ke arah Polewali Mandar. Tetapi singgah sebentar di Donggala untuk berfoto lagi.

Akhirnya ke-7 Daihatsu Terios tim tiba di Kabupaten Majene, Polewali Mandar pukul 20.15. Di sinilah tujuan utama rombongan ke kabupaten yang terkenal dengan kain tenun sutera Mandar. Rombongan disambut tarian Sayyang Pattudu (kuda menari). Diiringi rebana dan dua ekor kuda yang masing-masing dinaiki dua remaja wanita.

"Ini salah satu budaya Mandar. Tarian ini biasanya dilaksanakan saat seseorang usai khatam Al Qur'an, diiringi rebana. Anak-anak  yang menari disebut padego. Kuda akan bergerak karena bunyi iriginan rebana," terang Andi Beda dari Dinas Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Majene. Tetapi kini juga dipakai untuk menyambut kedatangan tamu.

Di sini juga terkenal dengan budaya pembuatan sarung Mandar. Pembuatan sarung tenun sampai jadi dikerjakan 4-7 hari. "Pemasarannya sudah sampai mancanegara, karena sarung tenun sutera ini juga sebagai cendera mata," urai Beda. Corak khusus daerah Mandar kebanyakan kotak-kotak. Namun kini sudah dipadu antara motif tradisional dan modern, seperti ada bunga atau penambahan benang emas.

Usai menyaksikan pembuatan sarung Mandar, rombongan dijamu makan malam. Berhubung target perjalanan masih jauh karena rombongan harus beristirahat di kota Parepare. Kami pun berpamitan pukul 22.00. Tiba di kota Parepare pas tengah malam. Tim langsung beristirahat karena paginya akan melaksanakan sholat Idul Adha. (mobil.otomotifnet.com)