Modifikasi Holden Special 1962, Lets Go Green

billy - Selasa, 24 Mei 2011 | 14:03 WIB

(billy - )


Jakarta - Iqbal Jabar adalah pemilik dari Holden Special keluaran tahun 1962 ini. Didapat dengan kondisi bahan, “Tapi ornamen lengkap, dan mesin hidup, ya sudah dibeli saja,” ujar Amien Kurnia, modifikator dari Spectrum Bodyworks, Jatiwaringin, Jakarta Timur, yang menangani proyek ini. Holden ini dibangun untuk bertarung di berbagai kontes. “Konsepnya dibikin kayak Lowrider,” terang Amien, sapaan akrabnya.

Langkah pertama, menguliti cat hijau muda bawaan. “Dikerok semua sampai bersih, ngelas panel-panel, krom ulang ornamen,” ucapnya. Begitu pelat bodi mulus semua, langsung masuk tahap pengecatan. “Iqbal pilih cat hijau transparan yang dicampur xirallic kuning,” terang pria ramah ini.

Aplikasi cat ini sedikit berbeda dengan candy, dimana cat dasarnya memakai warna hijau muda. Sedangkan cat candy warna dasarnya harus silver. “Dipilih dasaran hijau agar lebih keluar warna hijau muda dan xirallicnya,” jelasnya. Untuk pengecatan, Amien melapis sebanyak empat layer belum termasuk pernis.

Tujuannya agar cat transparan ini menutup secara merata. “Setelah dicat dua lapis, didiamkan sampai kering, baru dicat lagi sebanyak dua lapis,” beber pria yang sudah main modif dari SMA ini. Langkah ini bertujuan agar cat mengering sama rata, “Kalau tidak rata, nanti catnya ada yang mengelupas,” ujarnya lagi.

Begitu juga dengan pelapisan pernis, dimana Amien menyemprotnya sebanyak 6 lapis menggunakan jenis High Solid dari Spies Hecker. “Pakai metode 2+2+2,” terang Amien. Jadi maksudnya, setelah dilapis pernis dua kali, dibiarkan kering dahulu, diampelas lagi lalu baru dilapis pernis lagi sebanyak dua lapis.

Tujuannya, agar cat yang didalamnya benar-benar kering merata. “Kalau dipernis langsung enam lapis, takut ada cat yang belum kering,” wanti pria berpostur tegap.  Jika ada cat yang belum kering, “Pasti bakal ‘bangun’ catnya,” tutup Amien.

Per Tinggal Satu Ulir

Holden Special yang kodratnya punya kenyamanan tinggi, sirna oleh Amien demi mengejar gelar di beberapa ajang kontes. Bayangkan saja, per depan dipotong hingga sisa satu ulir! “Masih pakai per hanya untuk memenuhi syarat kategori kontes saja,” jelasnya.

Khusus suspensi depan, Amien memotong mangkok sokbreker agar lengan ayun tidak mentok ke mangkok sokbreker saat diceperin. “Sudah berkali-kali ganti sokbreker, tetap mentok, ya sudah coak saja standarnya,” katanya. Sedangkan per daun pada bagian belakang cukup dikurangi selembar kemudian di-press. “Jangan tanya bantingannya kayak apa, hahaha…”
   
Demi menguatkan kesan Lowrider, velg diganti Centerline dengan ukuran 16x8,5 inci offset 35. “Karakternya paling cocok, dibanding velg lainnya,” tutur Amien soal velg yang dibeli Rp 12 juta dalam kondisi bekas.

Tadinya, ban belakang mau dikasih ukuran lebih lebar, namun sayangnya mengharuskan wide body. “Jelek kalau wide body, kesannya maksa,” ucapnya. Maka Amien pun membalutnya dengan ban Bridgestone Turanza AR10 215/55R16 di belakang dan Dunlop SP2000 195/50R16 di depan. Kalau velgnya mau dijual kabarin ya sob, hehe…  (mobil.otomotifnet.com)