Pasang Lampu HID New Toyota Vios, Harus Presisi Ya

billy - Selasa, 9 Oktober 2012 | 10:02 WIB

(billy - )


Headlamp dengan jenis HID pasti memiliki cahaya yang lebih terang daripada lampu biasa. Tapi, setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan. Termasuk pemakaian bohlam HID yang memiliki filament lampu yang tergolong sensitif, maka dibutuhkan kepresisian saat pemasangannya.

Salah satu problem yang ditemui yaitu pada New Toyota Vios. Saat dinyalakan, jika terkena guncangan di jalan, lampu suka hidup atau mati. Setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata ada embun atau uap yang menyusup ke dalam.

“Pemasangan sil karet yang kurang presisi bisa menimbulkan embun,” ungkap Broto, kepala bengkel Tunas Toyota Jatiwaringin, Jaktim. Bila embun sudah terlalu banyak, maka bohlam harus ganti baru. Harga bohlam HID OEM Toyota berkisar Rp 1,933 juta per piece berikut ballast (Gbr.1).

Nah, untuk pemasangan, Broto menyarankan harus benar agar tak jadi kerusakan kembali. Langkah pemasangannya, pertama harus membuka dulu cover lampu bagian belakang. Kemudian lepas pengunci lampu dan ambil bohlam lama. “Pada saat pemasangan bohlam baru, harus pas pada dudukannya dan jangan lupa pasang pengunci bohlam,” ujar Broto (Gbr.2).

Setelah itu, pasang kembali soketnya dengan benar. Perhatikan bagian pengunci, sebab kalau salah pasang soket bisa miring dan ada celah udara masuk. Putar hingga soket menguci rapat (Gbr.3). Kalau sudah terpasang, jangan lupa pasang kembali cover penutup lampu. Putar ke kanan sampai terdengan bunyi ‘klik’ yang menandakan sudah rapat (Gbr.4).

Solusi lain jika terlalu berat untuk membeli bohlam HID versi OEM, banyak tersedia produk aftermarket yang harganya lebih terjangkau.

Contoh HID merek Autovision yang dapat dibeli seharga Rp 350 ribu per piece. “Bisa beli bohlamnya saja, asalkan yang penting soketnya sama,” ungkap Fachrizal Azhar, Marketing Manager CV. Sampurna Part Niaga, pemegang merek HID Autovision.

Namun bagaimana soal garansi? Broto memberi info tambahan. “Selama masih dalam masa garansi pasti diganti secara free saat servis rutin. Tapi kalau pakai produk aftermarket jika terjadi masalah maka tidak ditanggung garansinya,” tutupnya.

Tinggal pilih.  (mobil.otomotifnet.com)