OTOMOTIFNET - Banyak alasan yang melatari pemilik Suzuki Satria FU 150 untuk mendongkrak performanya. Ada yang kurang puas sama tenaga standar, ada pula yang berargumen agar kuda besinya itu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam beraktivitas yang kerap stop and go. Oke dehhh...
Apapun reason-nya, pilihan ada di tangan Anda. Seperti kata Iqbal yang meng-upgrade tunggangannya itu. “Yah, manusia kan enggak ada puasnya, hehehe...”
Up Grade Performa Suzuki Satria FU, Dengan Piston Karimun
Gbr 1 | Up Grade Performa Suzuki Satria FU, Dengan Piston Karimun
Gbr 2 |
Up Grade Performa Suzuki Satria FU, Dengan Piston Karimun
Gbr 3 | Up Grade Performa Suzuki Satria FU, Dengan Piston Karimun
Gbr 4 |
Pilihannya, tentu saja di-bore-up. Budget-nya pun beragam. Nah, kalo mau yang pahe alias paket hemat, bisa lirik tawaran Kahfi Wijaya.
Demi memenuhi kebutuhan FU-mania pencita kecepatan, mekanik dari bengkel K-22 Racing (K-22R) ini menyodorkan paket bore-up dengan biaya Rp 500 ribuan. Sudah pasti, Anda pun bisa menyesuaikan dengan isi kantong, kan?
Lalu, paket apa yang ditawarkan workshop di kawasan Jl. Raya Fatmawati, Jaksel itu? “Buat mendongkrak kapasitas mesin, saya mengaplikasikan piston punya mobil Suzuki Karimun dan pastinya bore-up itu juga masih bisa dipakai buat harian, lo!” kata Kahfi (tak terlalu boros BBM).
Maklum, dari sekian banyak keluhan konsumennya, rata-rata bilang tarikan atas agak lemot. “Kalo pakai seher Karimun, dijamin tarikan bawah sampai atas jalan terus dan ngacir!” promosi mekanik sekaligus pemilik K-22R itu. Mau tahu isi dalamnya?
Isi paketan terdiri dari seher plus ring, pen seher, boring, dan ongkos bongkar pasang (gbr.1). Lalu, buat aplikasi seher berdiameter 65 mm itu gak banyak yang dirombak pada crankcase-nya dan pantat peranti itu gak dipotong. “Jadi masih aman, deh!” jaminnya.
Karena tipe mesin Satria DOHC dengan 4 klep, maka ujung kepala seher mobil dicoak menyesuaikan got atau celah peranti tadi (gbr.2). Di bagian pengikat seher alias pen masih berukuran sama (16 mm) (gbr.3). Jadi, setang seher pun enggak diganti.
Lalu, boring asli ditukar baru (gbr.4). “Kalo mau balik standar lagi, mendingan bawa blok mesin bekas, tapi kondisinya masih bagus. Jadi, kalo sewaktu-waktu bosan bisa bongkar pasang,” lanjut pria yang kerap ngoprek mesin Satria 2 dan 4-Tak ini.
Karburator tetap pakai asli pabrikan. Sedang pada pilot dan main jet tidak dapat alias beli sendiri. “Karena spuyernya (pilot dan main jet) mengikuti permintaan mesin itu sendiri,” tutup lulusan teknik mesin dengan memberikan garansi selama satu bulan.
Tabel parts dan harga |
Seher+ring Karimun Rp 250 ribu |
Pen Karimun (16 mm) Rp 40 ribu |
Boring Rp 130 ribu |
Paking alumunium Rp 40 ribu |
K-22 Racing: 021-97797033 |
Penulis/Foto: Teguh / Teguh