Benang Kusut Batalnya Grand Final Motoprix 2011 Semua Ngaku Paling Benar

billy - Minggu, 20 November 2011 | 07:29 WIB

(billy - )


Surat rekomendasi dari Pengprov IMI Jabar yang tidak segera dijawab PP IMI
Elit otomotif berantem, pembalap jadi korban. Contoh nyata terlihat dari gagalnya grand final kejurnas MotoPrix 2011 (13/11). Yang perlu disa-dari kerugian yang diderita tim balap yang datang dari pelosok Indonesia, Pak!

“Kami sudah jauh-jauh datang demi berjuang mengejar status juara nasional. Tapi, yang kami dapat tidak ada kejelas-an,” ujar Apmansyah Tanjung, Manajer Motorsport tim Yamaha Alfa Scorpii RAF KYT 3D1 Corsa, Medan.

Nasi sudah jadi bubur. Semua pihak membela diri dan menyatakan pa-ling benar. Baik promotor maupun IMI mempunyai pembelaan. Lalu siapa yang salah? Ngaku!

Lihat sejarah grand final MotoPrix. Rencana sudah muncul sejak 2010 di rakernas 2009. Final disepakati bareng dengan final IndoPrix di Binuang, Kalsel. Kurangnya sosalisasi, grand final pun gagal karena tak satu pun pembalap pemula luar Kalimantan hadir saat itu.

Di 2011 rencana final kembali bergulir di rakernas. Wacana inipun ditangkap Pengprov IMI Jawa Barat yang mengajukan diri sebagai penyelenggara grandfinal. Surat pengajuan dikirim ke PP IMI pada 18 April 2011 dengan nomor 0244/IMI-JABAR/Permh/A/IV/2001. Isinya, menindaklanjuti pembicaraan dengan Kabid Olahrga PP IMI (Irawan Sucahyono) tentang final MP. Dan Jabar menyatakan siap mengggelar final MP pada 12-13 November 2011 di Sentul .

Tanggal 16 Agustus 2011, IMI Jabar pun mengeluarkan surat rekomendasi untuk panitia grand final MotoPrix yang digunakan sebagai bukti pengurusan izin ke PP IMI. Sekali lagi, hal ini juga tidak dikomunikasikan pada masyarakat balap dengan baik. Sehingga, tak satupun tim balap maupun ATPM yang mengetahui ini. Mereka justru mengetahui saat seri 9 Region Jawa di sirkuit Subang (16/10). Saat itu, Helmy Sungkar selaku promotor gelaran memberitahukan akan ada grand final seluruh region pada 12-13 November 2011.

Yang bikin kaget lagi, berita susulan mengabarkan akan ada seri 10 MotoPrix di Kemayoran pada 26-27 November.  Jadi aneh, karena grand final dipentas sebelum seri MP selesai. “Saya tidak tahu kalau ada seri 10. Karena di jadwal resmi yang dikirim oleh PP IMI, tertulis region Jawa hanya 9 seri,” tegas Helmy Sungkar. Lalu bagaimana tiba-tiba muncul seri 10?

Helmy masih yakin grand final digelar kendati belum mengantongi rekomendasi dari PP IMI. Apalagi, secara lisan sudah mendapat izin dari Irawan Sucahyono selaku Kabid Olahrga PP IMI. Lengkapnya bisa sobat lihat di MOTOR Plus edisi lalu. Makin yakin, pihak promotor sudah mendapat pernyataan kesedian dari ke-tua Umum PP IMI untuk menjadi Pembina dalam susunan kepanitiaan grand final MP 2011. Surat dari PP IMI diterima oleh panitia 25 Oktober 2011.

Iklan pun dipublikasi ke berbagai media kalau ada grand final MP 2011 di Sentul. Tim luar Jawa pun melakukan konfirmasi ke kantor Trendypromo Mandira (TPM). Karena sudah mendapatkan kepastian, tim luar Jawa pun meluncur ke Jakarta. Bahkan dari Lampung, seminggu sebelum balapan pun sudah melakukan latihan. Disusul dari Medan di hari Kamis.    

Tapi, hari Jumat, Sentul bagai disam-bar halilintar. Berembus kabar, bahwa status balapan berubah dari grand final jadi club event. Karena, sampai dengan Jumat, TPM tidak terima surat rekomendasi. “Meski belum terima surat resmi, saya masih yakin. Karena, apabila ditolak,  seharusnya PP IMI mengirimkan surat penolakan ke kami. IMI kan institusi resmi. Saya terus akan perjuangkan biar statusnya tetap final,” lontar Helmy. Toh, sampai Minggu, kabar tidak kunjung datang.

Tapi sebaliknya, ”Mestinya PP IMI juga tak membiarkan surat permohonan berlarut-larut. Segera dijawab, kan berhubungan dengan nasib banyak orang,” tambah Uyung Ferdinand, manajer tim Yamaha Mandala Langgeng IMI Lampung. Gara-gara gak jelas, banyak yang sengsara. Tuhan Maha tahu.    (motorplus-online.com)