Munas Panas, Sadikin Aksa Pimpin Ikatan Motor Indonesia 2015-2019

Minggu, 20 Desember 2015 | 09:41 WIB


Sadikin Aksa terpilih menjadi ketua umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) 2015-2019.

Hasil ini ditunjukkan usai digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) IMI di hotel Borobudur, Jakarta (18/12) .

Ikin, demikian ia dikenal, mendapat surat dukungan dari 25 pengurus provinsi sementara rivalnya Prasetyo Edi Marsudi (Pras) mendapat sembilan dukungan.

Namun surat ini hanya berlaku sebagai surat rekomendasi saja, bukan merupakan suara untuk memilih.

Sehingga bisa saja ketua pengurus provinsi yang memberi surat dukungan kepada Ikin, memberikan suaranya untuk Pras.

Suasana Munas muncul memanas ketika kedua kubu tidak mendapati kesepahaman mengenai ‘aturan main’ pemilihan.

Munas Panas. Prasetyo Edi Marsudi Keluar Dari Sidang Tapi Tidak Mundur

Kubu Ikin menginginkan pemilihan dilakukan secara terbuka, sementara kubu Pras ingin pemilihan dilakukan tertutup.

Pras dan pendukungnya kemudian melakukan walk out dari ruang sidang Munas sekaligus mengadakan press conference.

Menurutnya, ia akan membawa masalah ini ke BAORI atau Badan Arbitrase Olahraga Indonesia dan menyatakan hasil Munas tidak sah karena masih ada tuntutan dari pihaknya.  

Sementara Ikin melenggang sendirian menjalani seluruh tahapan pencalonan sebagai ketua umum. Salah satunya memaparkan visi dan misinya.

Munas Panas. Muncul Wacana Ikatan Motor Indonesia Tandingan

Ikin kemudian terpilih sebagai ketua umum PP IMI yang baru untuk perode 2015-2019.

“Perjalanan panjang memang cukup melelahkan tapi alhamdulillah berkat support teman-teman pengprov semua bisa teratasi,” ujarnya.

“Sebenarnya saya tidak bermimpi menjadi ketua IMI. Dulu saya terpilih sebagai ketua IMI Sulawesi Selatan dengan paksaan klub-klub,” lanjut Ikin.

“Tapi kalau ini didapatkan dari teman-teman pengprov dan itu merupakan amanah. Kalau didukung teman-teman semua bisa terlaksana dan jadi ringan,” tuturnya.