Lirik Lagi Honda Forza, Begini Rasanya Skutik Rp 76 Jutaan

Sukandi - Minggu, 7 Juli 2019 | 11:40 WIB

Honda Forza Begini Rasanya Skutik Rp 76 Jutaan (Sukandi - )

Untuk bagian yang analog, sayangnya warna jarum dan cahaya papan spidometer serupa sama-sama putih, membuat visibilitasnya kurang baik.

Terkadang jarum terlihat nyaru dengan angka yang ditunjuk, andai ujung jarum berwarna merah pasti lebih mudah dilihat.

Layar digital di tengahnya berisi beragam informasi, mulai dari jam, fuel meter, engine temperature, air temperature, voltmeter, odometer, trip A & B.

Lalu average fuel consumption, elapsed time, fuel range, dan oil chance.

Ada pula logo salju ketika suhu menunjukkan minus, tapi tentu gak menyala di Indonesia.

Untuk mengganti informasinya melalui tombol Info A dan Info B di panel saklar setang kiri.

Rizky / OTOMOTIF
Saklar kirinya terdapat banyak tombol, tapi masih mudah digapai

Meski layar digitalnya negative display, ternyata melihat informasinya tidak semudah yang dibayangkan.

Karena ukuran angka-angkanya terbilang kecil, selain itu jarak pengemudi dengan spidometer juga jauh.

Yang paling mudah terlihat cuma jam, fuel meter, dan engine temperature. Sedangkan informasi di bawahnya lebih mudah dibaca saat berhenti.

Di bawah layar digitalnya ada beberapa lampu indikator seperti oil indicator, engine temperature indicator.

Lai nya ABS indicator, hi beam indicator, check engine indicator, smart key indicator, dan Honda Selectable Torque Control (HSTC) indicator.

Fitur HSTC, ini fitur yang serupa dengan Traction Control System atau TCS, fungsinya mencegah roda belakang selip ketika lewat jalan licin.

Jadi ketika putaran roda depan dan belakang beda, maka tenaga ke roda belakang dikurangi.

Fitur ini bisa diaktifkan dan dimatikan pakai saklar di setang kiri.

Nah spidometer itu terlindung juga oleh fitur electric windshield, yang bisa naik turun cukup dengan menekan tombol di setang kiri.

Rizky / OTOMOTIF
Electric windshield jadi salah satu fitur andalan di Forza, sayang cukup bergetar