Mobdin Land Cruiser Prado Rp 1,9 M Heboh, Bupati Pandeglang Sebut Untuk Jemput Tamu

Ignatius Ferdian - Kamis, 21 Maret 2019 | 08:00 WIB

Ilustrasi Toyota Land Cruiser Prado 2018 (Ignatius Ferdian - )

"Randis (kendaraan dinas) itu bukan sesuatu yang menyalahi aturan, tapi saya tidak mau membela diri, kalau rakyat tidak setuju, saya kembalikan, saya bisa pakai mobil pribadi, tapi jangan digoreng terus untuk hal-hal yang bisa membawa Pandeglang ini tidak kondusif," kata dia.

Namun, dirinya mengaku heran soal harga mobil dinas yang banyak disebut mencapai Rp 1,9 miliar. Padahal, sepengatahuan dirinya tidak sampai semahal itu.

"Saya enggak tahu (harga pastinya) yang saya tahu hanya Rp 1,3 (miliar), kok bisa segitu ya," ujar dia.

Jika mengutip dari laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tercantum pengadaan kendaraan dinas roda empat Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang dengan pagu Rp 1.968.751.000.

(Baca Juga : Truk Tronton Sosor Truk Engkel, Belum Berhenti Bikin Berantakan Warung)

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Partai Gerindra, Rika Kartikasari mengaku heran terhadap pembelian mobil dinas bupati baru ini.

Padahal, pada 2017 lalu, kata dia, Bupati Pandeglang baru saja membeli mobil dinas berupa Toyota Vellfire.

"Kalau karena untuk alasan geografis, kenapa saat pembelian mobil sebelumnya harus Toyota Vellfire, bohong kalau Bupati baru tahu medan jalan di Pandeglang seperti apa, dia kan saat kampanye pasti blusukan, suaminya juga sebelumnya menjabat bupati dua periode," kata Rika, melalui sambungan telepon.

Rika memandang, pembelian mobil berharga fantastis tersebut tidak elok lantaran Pandeglang baru saja diguncang musibah tsunami pada Desember 2018.

(Baca Juga : Banjir Makin Dalem di Depan, Carry Lolos, Tapi Kijang Innova Ragu)

"Orang lain menyumbang untuk Pandeglang mulai dari baju hingga uang, tapi APBD Pandeglang serta merta beli mobil baru yang mahal," kata dia.

Namun, karena sudah terlanjur dibeli, Rika hanya bisa meminta kepada Bupati Irna untuk benar-benar mengoptimalkan mobil tersebut dipakainya untuk turun ke lapangan menyambangi masyarakat.

"Turun ke masyarakat dengan niat menganggarkan pembangunan di daerah, bukan hanya kampanye terselubung," pungkas dia.

 

 

Artikel serupa telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggapan Bupati Pandeglang soal Mobil Dinas Rp 1,9 Miliar yang Jadi Polemik"