Ganjil Genap Diberlakukan, Asosiasi Sopir Taksi Online Bersuara, Dirasa Tebang Pilih

Ignatius Ferdian - Kamis, 12 September 2019 | 07:45 WIB

Petugas kepolisian mengatur lalulintas saat hari pertama penindakan sistem ganjil-genap di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (9/9/2019). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil-genap. ANTARA FOTO/Galih (Ignatius Ferdian - )

Sebab jika seperti ini yang diuntungkan adalah taksi pelat kuning.

Padahal katanya, taksi pelat kuning adalah perusahaan besar.

"Makanya kita sangat menyesalkan kebijakan yang tebang pilih ini. Kita semua tahu taksi pelat kuning siapa dan perusahaannya apa," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa memberikan penandaan pada taksi online merujuk pada sejumlah peraturan di atasnya.

"Kalau kita berikan pengecualian sama saja kita mengecualikan kendaraan pribadi, karena dia identitasnya sama, pelatnya hitam, dan tidak ada tanda khusus bahwa itu angkutan sewa," kata Syafrin.

Artikel serupa telah tayang di Kompas.com dengan judul Kata Asosiasi Pengemudi Taksi Online, Perluasan Ganjil Genap Tebang Pilih