Mitsubishi Xpander Crossover Dijajal, Suspensi Jangan Ditanya, Mesin Jangan Berharap Banyak

Ignatius Ferdian - Kamis, 7 November 2019 | 18:40 WIB

Kami sempat mencoba langsung Mitsubishi Xpander Crossover di Jepang akhir Oktober lalu. Bagian depan disamarkan lewat rekayasa foto digital (Ignatius Ferdian - )

Otomotifnet.com - Mitsubishi Xpander crossover segera meluncur 12 November 2019 mendatang.

Namun tim sudah sempat mencoba unit prototipenya di Okazaki, Jepang akhir Oktober 2019 lalu.

Sekilas bodi Xpander Crossover terbaru ini dibuat supaya andal di medan aspal dan light off-road.

Di trek aspal, Xpander Crossover terbaru ini tak banyak ubahan seperti versi yang sudah lebih dulu dijual di Indonesia.

(Baca Juga: Mitsubishi Triton Aman Main Off-road, Tekan Kenop Dari 2WD Bisa Jadi 4WD)

Artinya dari sisi performa mesin, transmisi, kenyamanan hingga kepraktisan kabin tak ada perubahan.

Jika berharap mesin 1.500 cc yang lebih bertenaga siap-siap kecewa. Soalnya mesin dan transmisi sama persis dengan Xpander yang dijual saat ini.

Performa mesin dan transmisi tak bisa dibilang istimewa. Namun sudah cukup untuk sebuah Low MPV di kelasnya.

Toh konsumen di segmen ini tak terlalu cerewet soal performa mesin. Sekali lagi Mitsubishi terlihat lebih fokus di kenyamanan berkendara.

(Baca Juga: Mitsubishi New Triton Ultimate, Fitur Canggih Lebih Unggul Dari Toyota Hilux?)

Rupanya ini yang disasar Mitsubishi di Xpander, termasuk varian crossover terbaru ini.

Hal ini dapat dirasakan saat mengemudikan Xpander Crossover terbaru ini di tes trek (proving ground) Mitsubishi Motors di Okazaki, Jepang.

Meskipun posturnya lebih jangkung 2 cm dibanding Xpander biasa, namun minim gejala limbung.

Kinerja suspensi makin teruji saat Xpander Crossover ini melibas permukaan jalan rusak di kecepatan tinggi (sekitar 80 km/jam).

(Baca Juga: Mitsubishi New Triton Dijajal Hiroshi Masuoka, Pereli Legendaris Asal Jepang)

Terasa traksi ban tetap menapak maksimal di permukaan jalan rusak tersebut. Terutama di bagian buritan tetap terkontrol sesuai arah kemudi.

Ayunan atau goyangan yang muncul mampu diredam cukup maksimal. Efeknya penumpang tetap nyaman.

Biarpun melibas jalan jelek, penumpang tak terasa dikocok-kocok di dalam kabin.

Performa peredaman suspensi seperti ini boleh disebut superior di kelas Low SUV atau bahkan Low MPV sekalipun.

(Baca Juga: First Drive New Mitsubishi Triton, Sampai Lupa Kalau Ini Truk Ringan!)

Kinerja suspensi seperti inilah yang kelihatannya mampu menyumbang kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Jadi bisa diprediksi saat Xpander Crossover ini dipakai berkendara jarak jauh tak lekas membuat lelah pengemudi dan penumpang.

Apalagi ditambah peredaman suara di dalam kabin yang di atas rata-rata mobil sekelasnya. Hening, stabil dan nyaman.

Sayangnya untuk membuktikan hal tersebut perlu tes jarak jauh yang lebih lama. Tes singkat di Okazaki yang hanya 15 menit tak bisa memperkuat prediksi itu.

Tak sabar buat mencoba lebih lama unit tesnya jika sudah tersedia nanti. Akankah Xpander Crossover ini jadi benchmark baru di segmen Low SUV?