Flyover Rawapanjang dan Cipendawa Habis Rp 420 miliar, Batal Diresmikan Awal Januari 2020

Irsyaad Wijaya - Kamis, 16 Januari 2020 | 17:20 WIB

Flyover Cipendawa di Jl Raya Sliwangi, kota Bekasi (Irsyaad Wijaya - )

Otomotifnet.com - Peresmian Flyover Rawapanjang dan Cipendawa, kota Bekasi diundur hingga akhir Januari 2020.

Padahal rencana semula, peresmian dilakukan pada awal Januari 2020 namun karena banjir akhirnya diundur.

"Iya diundur, kita masih tanggap darurat banjir," kata Kepala Seksi Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Susanto, (14/1/20).

Selain karena terjadi bencana banjir, peresmian juga menunggu jadwal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk dapat ikut meresmikan.

(Baca Juga: Flyover Purwosari Solo Akhir 2020 Dibangun, Telan Biaya Rp 104 Miliar)

Sebab, pembangunan dua flyover tersebut murni menggunakan dana bantuan Provinsi DKI Jakarta.

"Untuk jadwalnya belum dapat, tapi kemungkinan Januari akhir," ucap Idi.

Untuk proses pembangunan kedua flyover itu juga telah rampung 100 persen.

"Sudah rampung 100 persen, sudah tidak ada lagi pengerjaan baik di bawah ataupun di atas flyover," kata Idi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengungkapkan peresmian kedua flyover itu menunggu waktu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Akan tetapi, pihaknya telah mengirimkan surat undangan untuk hadir dalam peresmian yang akan dilakukan pada 28 Januari 2020.

"Harusnya si sekarang sudah bisa digunakan, meresmikan si bisa belakang. Tapi nunggu pak gubernur waktunya, yang bantu kita kan pak Gubernur DKI tentunya dia dengan segala kesibukan kita minta waktu 28 Januari meresmikan flyover. Ya kita lapor juga sama Gubernur Jawa Barat karena kita bagian Jabar," ungkap Rahmat.

Rahmat menambahkan, anggaran pembangunan kedua flyover itu seluruhnya menggunakan dana bantuan DKI Jakarta sebesar Rp 300 miliar untuk kontruksi.

(Baca Juga: Berteduh di Kolong fly Over Bisa Masuk Bui)

Proses pembangunannya juga telah dimulai sejak tahun 2017 dan rampung pada akhir 2019.

"Anggarannya Rp 300 miliar kontruksi saja, kalau sampai pembebasan lahan bisa Rp 400 milar lebih. Kalau ini pakai APBD kita bisa 10 tahun engga selesai-selesai," kata dia.

Kompas.com/Vitorio Mantalean
Flyover Rawapanjang kota Bekasi

Kedua flyover itu juga untuk mempermudah arus kendaraan truk sampah milik DKI Jakarta menuju ke TPST Bantargebang.

"Sebenarnya, bukan truk sampah saja, tapi semua kendaraan. Flyover bisa digunakan siapa saja," papar dia.

Sebagai informasi, pembangunan kedua flyover itu menelan biaya Rp 420 miliar untuk kontruksinya saja.

Dengan rincian Flyover Rawapanjang sebesar Rp 180 miliar dan Cipendawa Rp 240 miliar.

Flyover Rawapanjang memiliki panjang 800 meter dan Flyover Cipendawa 850 meter.

 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul VIDEO : Penampakan Fly Over Rawa Panjang dan Cipendawa Bekasi, Diresmikan Akhir Januari 2020