Hasil Tes All New Honda BeAT, Handling Ringan, Iritnya Kebangetan!

Antonius Yuliyanto - Jumat, 20 Maret 2020 | 16:00 WIB

Test ride All New Honda BeAT (Antonius Yuliyanto - )

Otomotifnet.com - Sesi first ride All New Honda BeAT setelah launching (16/1) ketika itu di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakpus, area yang disediakan terbatas.

Sehingga belum bisa merasakan secara mendalam bagaimana performa, handling apalagi mengukur konsumsi bensinnya.

Setelah unit tes dikirim ke redaksi, akhirnya deh bisa menggunakan skutik yang platformnya sama dengan Honda Genio ini untuk berkendara harian.

Bagaimana hasil tesnya? Apakah identik dengan Genio? Apa keunggulan dan kekurangannya?

Simak sampai akhir!

(Baca Juga: Kupas All New Yamaha NMAX 155, Handling, Akselerasi, sampai Top Speed)

RIDING POSITION & HANDLING

Sedikit mengingat kembali tentang posisi duduk dari All New BeAT.

Rasanya sama dengan skutik kecil Honda lainnya, dengan jok rendah, tingginya cuma 740 mm, jadi mudah dijangkau oleh pengendara dengan tinggi sekitar 160 cm sekalipun.

Oiya busa joknya termasuk empuk.

Randy/otomotifnet.com
Riding position All New Honda BeAT, tetap khas skutik Honda

 Jok rendah tadi dikombinasi dengan posisi dek yang lumayan tinggi, maklum karena tebal, di dalamnya salah satunya ada aki.

Efeknya buat yang punya tinggi lebih dari 170 cm dan kakinya panjang, jadi terasa nangkring dengan posisi paha datar dan lutut dekat setang saat berbelok.  

Sementara posisi setangnya rendah dan cukup sempit.

Bukan posisi yang nyaman banget, tapi terasa ringan dan memudahkan saat berkendara harian, apalagi di jalanan yang padat dan perlu selap-selip.

Dimensi All New BeAT ini memang ramping, panjang x lebar x tinggi hanya 1.877 x 669 x 1.074 mm, ditunjang sasis eSAF yang persis milik Genio, bobot hanya 90 kg (versi CBS-ISS), membuatnya punya karakter handling yang begitu lincah.

Buat menikung kencang juga enak, lincah dan nurut, grip ban bawaan yang sudah tubeless bagus, baik saat kering maupun hujan.

Karakter kedua suspensinya tergolong empuk walaupun buat sendirian, jadi tetap nyaman saat melibas jalan tak rata.

Namun empuknya suspensi dan bobot yang ringan juga punya kelemahan, di kecepatan tinggi lebih dari 80 km/jam jadi serasa melayang.

Randy/otomotifnet.com
Handling All New Honda BeAT, ringan dan lincah

PERFORMA

Mesin yang digunakan All New BeAT benar-benar beda dengan milik BeAT generasi sebelumnya, tapi persis dengan Genio dengan beberapa perubahan.

“Perbedaan besar ada di air cleaner, muffler, dan fuel injection system,” terang Makoto Dohi, BeAT Large Project Leader, Honda Motor Co., Ltd.

Mesin eSP ini berkonstruksi overstoke, langkah pistonnya jauh melebihi diameter pistonnya.

Perbandingannya 47 mm x 63,1 mm. Tenaga maksimal 8,9 dk di 7.500 rpm, sedang torsi maksimum 9,3 Nm didapat hanya di 5.500 rpm.

Tentu karakter yang ingin diraih adalah torsi besar dengan putaran mesin tak terlalu tinggi, sehingga pas buat berkendara harian dan konsumsi bensin efisien. Tapi benar kah?

Buat yang senang berkendara santai mesin baru BeAT ini memang pas, karena digas sedikit saja secara kalem langsung laju tanpa perlu ngeden.

Buat stop and go di kemacetan padat juga pas.

Namun buat yang butuh skutik kecil yang agresif dan perlu sering menyalip rasanya kurang cocok, karena di putaran dan kecepatan menengah, tepatnya kisaran 50-70 km/jam seakan tertahan.

Randy/otomotifnet.com
Performa mesin All New Honda BeAT, lebih cocok buat jalan santai

Karakter membuka gasnya mesti diurut, kalau dibuka langsung besar cenderung ngok.

Jadi saat akan menyalip atau ketemu tanjakan mesti jaga kecepatan, agar tak kehilangan momentum.

Uniknya selepas jarum spidometer melewati angka 70 km/jam akan kembali enteng ngacir hingga kisaran 90 km/jam, baru kemudian merambat pelan lagi hingga lebih dari 100 km/jam.

Jadi karakter mesinnya enak buat santai atau sekalian buat melibas rute keluar kota yang jalannya relatif sepi, yang bisa konstan kencang sekalian.

Dengan karakter agak ngeden di kecepatan menengah, maka tak heran jika catatan waktu saat dites akselerasi lebih responsif BeAT lama.

Ambil contoh untuk meraih kecepatan 0-60 km/jam, perlu waktu 7,8 detik, bandingkan dengan BeAT generasi sebelumnya yang cuma 6,5 detik!

Untuk meraih jarak 0-201 meter di angka 13,9 detik, sedang BeAT generasi sebelumnya 13,2 detik.

Tapi All New BeAT unggul kecepatan puncaknya, di Racelogic tertera bisa mentok di angka 99,6 km/jam, sedang BeAT generasi sebelumnya cuma 96,8 km/jam. Lumayan kan?

Padahal klaim Honda, All New BeAT ini cuma mentok 94 km/jam.

Data lengkap hasil tesnya bisa dilihat di tabel.

Randy/otomotifnet.com
Mesin All New Honda BeAT, basisnya sama dengan Genio dengan sedikit perubahan

KONSUMSI BENSIN

Mesin baru yang dipakai tampaknya memang dikembangkan untuk lebih efisien konsumsi bensinnya.

Makanya saat dipakai seakan pengendara dipaksa untuk menahan kecepatan tak lebih dari 50 km/jam.

Berapa hasilnya? Buat harian dengan gaya berkendara agresif, pokoknya lebih sering gas dibetot mentok biar ngacir, ternyata rata-rata masih bisa dapat 51 km/liter. Iritnya kebangetan ya!

Itu pakai bensin beroktan 92, sesuai rasio kompresinya 10:1.

Sekali isi penuh 4,2 liter berarti bisa menempuh jarak 214,2 km. Bisa jarang mampir SPBU!

Bisa dibayangkan kan kalau yang ngegas lebih kalem, selalu berusaha agar Eco Indicator menyala dan mau menuruti kecepatan tak lebih dari 50 km/jam?

Tampaknya klaim Honda sebesar 60,6 km/liter bisa tercapai.

Randy/otomotifnet.com
Fuel meter All New Honda BeAT lama turunnya, efek mesin yang super irit

FITUR & TEKNOLOGI

Penasaran dengan beberapa fitur baru yang disematkan? Pertama tentu lampu utama yang pakai LED.

Sorotnya tentu khas putih, yang kalau hujan “tertelan” kelamnya aspal. Sorot lampu dekatnya cukup tebal dan lebar, sedang lampu jauhnya menambah tipis di atasnya.

Spidometernya mirip versi lama, hanya ada perubahan layout. Jarumnya sedikit geser posisi nolnya, tapi tetap mudah dibaca.

Lampu Eco Indicator kini ditaruh di atas juga jadi lebih gampang diperhatikan.

Fitur baru lainnya ada power outlet (versi CBS-ISS) di bawah kontak, jadi bisa ngecas smartphone saat darurat kehabisan baterai.

Namun memang agak susah penempatannya, konsol kirinya kecil dan dangkal. Mau enggak mau hape mesti ditaruh di tas, karena kalau di bagasi pasti panas.

Nah konsol kiri memang kecil dan dangkal, dan bagian bawahnya menyempit. Buat menaruh botol minuman 600 ml masih nongol.

Triknya biar tak mudah jatuh dengan didorong paksa sampai mentok, jadi bagian bawahnya terjepit.

Randy/otomotifnet.com
Konsol All New Honda BeAT dangkal, botol minuman 600 ml masih nongol

Pembuka jok yang terintegrasi dengan kontak tentu memudahkan saat mau isi bensin, tak perlu lagi lepas anak kunci lalu colok ke lubang kunci di belakang.

Mekanisme pembukanya juga mudah dan ringan ditekan.

Di bawah joknya terdapat bagasi 12 liter, cukup lega untuk menyimpan jas hujan, tas, sandal sampai sarung tangan.

Oiya performa kedua remnya bagus, empuk dan menggigit, beda dengan Genio yang empuk tapi kurang pakem.

Sayangnya tuas pengunci remnya saat mau mengoperasikan kini harus pakai 2 tangan. Pakai satu tangan susah dan berat!

Randy/otomotifnet.com
Power outlet 12 volt 1 Ah di All New Honda BeAT terpakai saat mau mengisi ulang baterai di jalan

Randy/otomotifnet.com
Bagasi All New Honda BeAT berkapasitas 12 liter, jas hujan, sandal, sarung tangan dan lainnya bisa masuk

Randy/otomotifnet.com
Tuas pengunci rem All New Honda BeAT harus dioperasikan pakai dua tangan

Data Tes All New Honda BeAT :
0-60 km/jam: 7,8 detik
0-80 km/jam: 14,2 detik
0-100 km/jam: -
0-100 m: 8,8 detik (@63,4 km/jam)
0-201 m: 13,9 detik (@78,7 km/jam)
0-402 m: 22,1 detik (@95,9 km/jam)
Top speed: 108 km/jam (spidometer)
                99,6 km/jam (Racelogic)
Konsumsi bensin: 51 km/liter

Data Spesifikasi All New Honda BeAT :
Tipe mesin: 4 Langkah, SOHC 2 katup, eSP berpendingin udara
Volume: 109,5 cc
Sistem suplai bahan bakar: Injeksi (PGM-FI)
Diameter x langkah: 47,0 x 63,1 mm
Tipe tranmisi: Otomatis, V-Matic
Rasio kompresi: 10,0:1
Daya maksimum: 8,9 dk (6,6 kW/9,0 PS)/7.500 rpm
Torsi maksimum: 9,3 Nm (0,95 kgf.m)/ 5.500 rpm
Tipe starter: Elektrik dan Kick Starter
Tipe kopling: Otomatis, Sentrifugal, Tipe Kering
Tipe rangka: Tulang Punggung – eSAF (enhance Smart Architecture Frame)
Tipe suspensi depan: Teleskopik
Tipe suspensi belakang: Lengan Ayun dengan Peredam Kejut Tunggal
Ukuran ban depan: 80/90–14 M/C – Tubeless
Ukuran ban belakang: 90/90–14 M/C – Tubeless
Rem depan: Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal
Rem belakang: Teromol
Sistem pengereman: Combi Brake System (Tipe CBS dan CBS-ISS)
Panjang x lebar x tinggi: 1.877 x 669 x 1.074 mm (BeAT)
Tinggi tempat duduk: 740 mm
Jarak sumbu roda: 1.256 mm
Jarak terendah ke tanah: 147 mm
Curb weight: 89 Kg (tipe CBS), 90 Kg (Tipe CBS-ISS)
Kapasitas tangki bahan bakar: 4,2 Liter
Kapasitas minyak pelumas: 0,65 Liter Pada penggantian Periodik
Tipe baterai atau aki: Baterai 12V-3Ah, Tipe MF (Tipe CW dan CBS), Baterai 12V-5Ah, Tipe MF (Tipe CBS-ISS)
Sistem pengapian: Full Transisterized, Baterai
Tipe busi: NGK MR9C-9N/DENSO U27EPR9-N9