PLN Mengaku Siap Hadapi Era Elektrfikasi, Andalkan Pengalaman 10 Tahun Terakhir

Ignatius Ferdian,Muhammad Mavellyno Vedhitya - Sabtu, 21 November 2020 | 18:05 WIB

SPKLU di AEON BSD (Ignatius Ferdian,Muhammad Mavellyno Vedhitya - )

Otomotifnet.com - Makin hari perkembangan kendaraan listrik makin maju, bahkan semua pabrikan saling berlomba untuk menhasilkan kendaraan listrik.

Bahkan beberapa di antaranya sudah dijual secara massal di Indonesia.

Doddy B. Pangaribuan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UIDJAYA), menjelaskan soal infrastruktur kelistrikan dalam menyongsong era kendaraan listrik.

"Pertama, tentu kita harus melihat ekosistem mobil listrik secara umum. Karena ada mobil kemudian ada juga motor listrik dan sepeda listrik," ujar Doddy saat Ngobrol Virtual (NGOVI) bersama Otomotif Group (20/11/2020).

Baca Juga: Hyundai IONIQ Electric dan KONA Electric Dibeli, Pemilik Wajib Tahu Lokasi SPKLU, Ada Disini

"Jadi semua berbau listrik, di luar sana sudah banyak lagi seperti di negara maju, hanya Indonesia yang tertinggal," katanya.

Lantas, seperti apa ya kesiapan PLN, karena yang namanya listrik di Indonesia pasti berurusan dengan PLN.

Doddy mengatakan, apapun kendaraan listriknya, listriknya ya dari PLN.

"Bicara soal kesiapan, ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa kesiapan PLN ini sudah sangat siap ya, ini terbukti 10 tahun terakhir," jelas Doddy.

Baca Juga: Kementrian ESDM Targetkan 2.465 Unit SPKLU Selesai Digarap Hingga Tahun 2025

Doddy pun menjelaskan, kalau kala itu, PLN sudah mulai mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai.

"Jika bicara mobil listrik itu bukan bicara lagi hybrid, bukan lagi bicara plug-in hybrid tapi kita berbicara berbasis baterai," katanya lagi.

"Kami termasuk yang menjadi Pioneer waktu saya di PLN pusat, kami kerja sama dengan kang Dasep," sambungnya.

Doddy pun menjelaskan, kalau dari hasil kerjasama tersebut lahirlah sebuah mobil bernama Evina electric, dan sekarang masih berada di Museum Listrik Taman Mini Indonesia Indah.

Baca Juga: Isi Daya di SPKLU Gambir Sudah Pakai Aplikasi, Per kWh Dibanderol Segini

"Jadi dari situ pula kemudian kami bersama-sama dengan para pemangku kepentingan mencoba, bagaimana sih sebetulnya telur dulu atau ayam dulu?," tutur Doddy.

Untuk itu, Doddy pun mengatakan kalau PLN harus menjadi Pioneer di dalam menyediakan infrastruktur bagi kendaraan listrik.

Karena, lanjut Doddy, orang selalu bicara kalau orang dengan cepat membandingkan mobil berteknologi listrik dengan mobil konvensional.

"Kalau kita lihat pengalaman di negara-negara yang lain, memang tidak bisa direct three compact gitu ya. Maksudnya dari mulai rute, rencana perjalanan kemudian dari tujuan digunakan nya mobil listrik, itu totally different," sebut Doddy.

Baca Juga: Inverter Buat Mobil, Tegangan Mirip Listrik PLN, Gerinda Hingga Pemanas Air Bisa Nyala

"Contoh misalnya kalo mobil listrik itu kita punya rutenya yang sudah teratur, misalnya dari rumah ke kantor mungkin ya, atau dari kantor kita mau ke cafe itu sebetulnya tidak ada masalah dalam soal charging," tukasnya.

Sebab, lanjutnya lagi, rata-rata sekarang charging mobil listrik itu sekali charge bisa menempuh jarak 150 Km, dan bisa lebih jauh lagi.

Oleh karena itu, masalah charging station sudah bukan menjadi persoalan bagi PLN.