BMW R 18 Cruiser Lawan HD, tapi Posisi Kaki Tak Bisa Selonjoran, Kenapa?

Antonius Yuliyanto - Minggu, 6 Desember 2020 | 09:30 WIB

Posisi duduk BMW R 18 (Antonius Yuliyanto - )

Motor konsep tersebut yang kemudian menjadi awal dari kelahiran R 18.

Tahun 2019 pada event yang sama, BMW kembali memperkenalkan Concept R 18, dengan mesin boxer 1.800 cc sebagai cikal bakal versi produksi massal.

Melihat secara langsung R 18, memang betul terasa nuansa dan rasa klasik.

Headlamp LED bulat besar mendominasi, suspensi depan teleskopik dibungkus dengan cover, tangki model teardrop berkapasitas 16 liter, sampai sepatbor besar di belakang.

Rianto/otomotifnet.com
Lampu utama R 18 bulat klasik tapi isinya sudah LED

Baca Juga: NMAX dan PCX Harus Bersiap, Ada Kymco KRV, Keren dan Fitur Melimpah

BMW pun memberikan sentuhan soft tail, atau menyembunyikan suspensi belakang tunggal di bawah jok, sehingga menimbulkan kesan seolah-seolah R 18 menggunakan rangka hardtail.

Selanjutnya mesin 1.800 cc boxer dibuat menyerupai mesin motor jadul.

Kisi-kisi udara di blok sampai ke finishing crankcase, semuanya tampak seperti diambil dari tahun 1930-an.

BMW juga secara cermat membuat knalpot dengan model fishtail, tanpa meninggalkan standar emisi Euro 5.

Meski dimensinya jadi terlihat gambot berkat penempatan catalytic converter di bagian dalam.