Royal Enfield Interceptor 650, Moge Klasik Rp 200 Jutaan Dites, Ini Hasilnya

Antonius Yuliyanto - Jumat, 18 Desember 2020 | 10:50 WIB

Test ride Royal Enfield Interceptor 650 (Antonius Yuliyanto - )

Informasi pada layar dapat diganti-ganti dengan menekan tombol kecil yang ada di tengah.

Berpegang dengan tema klasik, RE masih menggunakan bohlam untuk seluruh lampu. Baik headlamp, stoplamp sampai lampu sein.

Sebagai motor sport, wajar jika minim tempat penyimpanan. Cuma ada kompartemen di bawah jok untuk menaruh toolkit.

Serta side panel kanan juga dapat dibuka menggunakan kunci kontak.

Bagian roda, pelek pakai model jari-jari aluminium 18 inci dibalut ban Pirelli Phantom Sportcomp.

DAB/otomotifnet.com
Royal Enfield Interceptor 650 pakai ban Pirelli Phantom Sportcomp

Baca Juga: Yamaha NMAX Ikutan Gredek di CVT, Dibongkar Ternyata Kelalaian Pemilik

Ukurannya 100/90-18 dan 130/70-18. RE mengklaim, ban ini dikembangkan spesial untuk Interceptor, sehingga menyempurnakan rancangan sasis dan suspensinya.

Remnya, layaknya motor produksi India lain, menggunakan produk Bybre. Terdiri dari cakram semi-floating tunggal 320 mm di depan yang dijepit kaliper dua piston.

Serta disc 240 mm di belakang dengan kaliper yang sama. Pengereman sudah dilengkapi ABS (Anti-lock Braking System) dual-channel dari Bosch.

Kinerjanya remnya cukup baik, saat tuas ditekan terasa empuk dan tidak gampang mengunci, walaupun dalam kondisi jalan basah atau berpasir, tentu berkat ABS dual-channelnya.

Getaran saat ABS bekerja pun tergolong halus, tidak sampai mengganggu jari dan kaki.

DAB/otomotifnet.com
Perangkat pengereman Royal Enfield Interceptor 650 pakai Bybre