Penyakit Mematikan Akibat Sering Isi Bensin Tanpa Turun, Pengguna NMAX dan PCX Waspada

Irsyaad Wijaya,Muslimin Trisyuliono - Rabu, 21 Juli 2021 | 14:30 WIB

Ilustrasi Yamaha NMAX isi bensin. (Irsyaad Wijaya,Muslimin Trisyuliono - )

Otomotifnet.com - Fatal, sering isi bensin tanpa turun dari motor bisa terancam penyakit mematikan.

Terutama banyak dilakukan para pengguna Yamaha NMAX dan Honda PCX.

Mengingat, posisi lubang tangki bensin Yamaha NMAX dan Honda PCX berada di dek tengah yang tak mengharuskan pengendara untuk turun saat isi BBM.

Tapi ternyata, kebiasaan ini bisa menimbulkan banyak penyakit lho.

Irto Ginting, Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memberikan penjelasannya.

Baca Juga: Jadi Omongan Masyarakat, Mending Isi Bensin Malam Hari Ketimbang Siang? Ini Penjelasan Pertamina

"Ketika mengisi BBM tidak ada aturan dari Pertamina untuk mewajibkan pengendara kendaraan roda 2 untuk turun dari kendaraan," ujar Irto, (15/7/21).

Meski begitu, Irto menjelaskan, pengguna motor disarankan turun untuk memudahkan evakuasi jika terjadi hal tak diinginkan, seperti kebakaran.

"Disarankan turun untuk memudahkan evakuasi pengendara maupun motor jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Irto.

Ketika terjadi percikan api, pemilik kendaraan umumnya akan panik dan respon pertama adalah membanting motornya yang berpotensi menjadikan kebakaran lebih besar.

Tak hanya itu saja, Irto juga mengungkapkan, ada alasan lain pengendara disarankan turun saat isi bensin.

Yakni mengurangi paparan uap dari BBM.

Tentunya menjadi alasan kesehatan juga bagi pengendara motor agar uap BBM tidak terhirup.

Pasalnya salah satu zat yang terkandung dalam uap bensin adalah Benzena.

Mila Tejamaya, Dosen sekaligus Peneliti Kimia dan Toksikologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia menjelaskan bahayanya Benzena bagi tubuh.

"Dalam bensin, terdapat senyawa Benzena yang kadarnya sekitar 0,9%, Benzena merupakan zat yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu penyakit kanker jika terlalu sering mengalami kontak dengan tubuh manusia," jelasnya saat diwawancarai.

Baca Juga: Saat Beli Bensin, Pertamina Sarankan Pilih Nominal Rupiah Ketimbang Liter, Ini Alasannya

Selain kanker, orang yang sering terpapar uap bensin bisa mengalami sejumlah penyakit.

Seperti gangguan pada sistem saraf pusat, iritasi pada mata, iritasi saluran pernapasan, iritasi kulit, dermatitis, gangguan pembentukan darah, leukemia, dan iritasi pada saluran pencernaan.

"Kalau dampak bagi pengguna kendaraan yang sedang mengisi BBM sebenarnya tidak terlalu signifikan karena hanya sebentar," tuturnya.

"Tapi yang berpotensi tinggi adalah orang yang secara terus menerus terpapar uap bensin, seperti petugas SPBU," terang Mila yang juga merupakan sekjen Indonesian Industrial Hygiene Association (IIHA).

Lebih jauh, ia menjelaskan untuk menjaga jarak aman agar terhindar dari kontak langsung dengan uap bensin ketika melakukan isi bensin.