Borneo Tribute 2023, Disambut Medan Extreme Sejak Hari Pertama

Rindra Pradipta - Senin, 5 Juni 2023 | 07:30 WIB

Borneo Tribute 2023 disambut medan extreme di daerah Sepaku (Rindra Pradipta - )

Otomotifnet.com - Ekspedisi offroad Borneo Tribute 2023, merupakan tapak tilas event offroad legendaris Camel Trophy di tahun 1985.

Camel Trophy merupakan event offroad ekspedisi yang terkenal di dunia dengan peserta dari berbagai negara.

Borneo Tribute 2023 diselenggarakan untuk tapak tilas event Camel Trophy 1985 di daerah Balikpapan dan Samarinda.

Baca Juga: Sekilas Kisah Camel Trophy, Inspirasi Event Borneo Tribute 2023

Ini juga merupakan event ekspedisi offroad di Indonesia yang menggunakan one make tyre. Dan juga semua kendaraannya wajib Land Rover dengan warna Sand Glow.

Sama seperti tahun sebelumnya, Tribute to Camel Trophy ini juga menggunakan ban dari PT Elangperdana Tyre Industry.

Dok. Borneo Tribute
Medan lumpur menyambut peserta Borneo Tribute sejak hari pertama hingga Bangkirai

Kali ini menggunakan ban Forceum MT-08 Plus, dengan ukuran seragam yaitu 235/65-R16 LT.

"Camel Trophy 1985 merupakan event terberat dalam sejarah Camel Trophy. Dimana pesertanya terpaksa dievakuasi menggunakan helikopter dari daerah sungai Jembayang," ucap Grefion Kamil, Ketua Panitia Borneo Tribute 2023.

Dan ternyata Borneo masih menunjukan taringnya sebagai medan offroad terganas di dunia.

Menurut peserta, medan offroad di Kalimantan memang terbukti berat, bahkan sejak hari pertama mereka dilepas dari Balikpapan.

Baca Juga: Camel Trophy Borneo Tribute 2023, Tapak Tilas Event Legendaris di Kalimantan

"Hari pertama sampai hari ke empat jalurnya benar-benar extreme. Kami sudah disambut lumpur dalam yang melelahkan," kata Samie Zacky peserta asal Jakarta.

Rute lumpur dalam ini menyambut peserta dari Balikpapan sebelum sampai daerah Bangkirai, tepatnya di daerah Sepaku.

Dok. Borneo Tribute
Lumpur yang dilalu peserta Borneo Tribute di daerah Sepaku hingga sedalam ini

"Banyak yang tidak sangka, trek berat justru sudah jadi sajian utama di pembuka. Jadi disini peserta Borneo Tribute banyak yang tertahan," ucap Tandon, peserta asal Bali.

Tidak sedikit pula para Land Rover peserta yang mengalami kerusakan winch di daerah Sepaku ini, karena treknya yang memang berat.

"Daerah Sepaku ini memang jalur yang digunakan Camel Trophy 1985. Dan sampai hari ini masih menantang dan berkesan buat kami lalui," ucap Fion.

Walau sudah tidak dilewati selama 38 tahun, rupanya jalur Camel Trophy 1985 ini masih menyisakan kesan dan tantangan buat peserta Borneo Tribute 2023.