Salah satu pengurus OSIS, TJ mengungkapkan, mereka menolak wakil kepala sekolah yang baru.
"Kami menolak Wakasek baru karena Wakasek buat aturan sepihak," kata dia.
Sementara itu Maryam mengaku sudah memaafkan tindakan perundungan yang dilakukan oleh siswanya itu.
Maryam mengatakan telah menganggap murid-muridnya seperti anaknya sendiri.
"Sebelum konferensi pers ini, saya sudah memberikan maaf untuk mereka, karena itu anak-anak saya," kata dia dilansir dari TribunAmbon, (19/8/23)
Maryam meyakini, para siswa tidak berniat melakukan perundungan.
Namun, ada oknum yang diduga memanas-manasi mereka.
"Saya tahu pasti, anak-anak kami itu tidak mungkin mem-bully gurunya, kecuali ada aktor di belakang panggung yang berusaha merusak nama saya terutama SMA 15 Maluku Tengah," katanya.
Buntut kasus perundungan itu, pihak sekolah akhirnya mengambil tindakan tegas.
Kepala sekolah SMA 15 Maluku Tengah Amsuddin menegaskan akan memanggil orangtua murid menindaklanjuti perundungan yang terjadi di sekolahnya.
"Saya bersama teman-teman akan mengumpulkan data data siswa-siwa mana kemudian bersama orangtuanya, lalu kita buat semacam video permintaan maaf terhadap tindakan yang mereka lakukan terhadap ibu dan kepada publik," terangnya.
Dia mengaku akan memanggil pihak-pihak terlibat untuk duduk bersama mencari pemecahan dari persoalan tersebut.
"Saya sebagai pimpinan akan mencari solusi yang terbaik agar masalah ini bisa kita pulihkan sehingga kepercayaan masyarakat lebih baik ke depan," tandasnya.
Baca Juga: Intel Polisi Kehilangan Kunci Motor, Penyamaran Gagal, Dibully Habis-habisan