Otomotifnet.com - Meskipun airbag dirancang sebagai sistem perlindungan vital dari benturan fatal, terdapat kondisi khusus di mana kantung udara pada sisi penumpang depan justru harus dinonaktifkan.
Langkah ini krusial untuk mencegah cedera serius, bukan karena kecelakaan itu sendiri, melainkan akibat hantaman keras dari mengembangnya airbag pada subjek yang rentan.
Penonaktifkan airbag sangat disarankan bagi kelompok penumpang berisiko tinggi, di antaranya:
Balita dalam Child Seat
Penempatan kursi bayi menghadap belakang sangat berbahaya jika terkena letupan airbag.
Anak di Bawah 12 Tahun
Postur tubuh yang kecil tidak ideal untuk menerima tekanan kantung udara.
Ibu Hamil
Tekanan instan airbag pada area perut dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin.
Baca Juga: Seperti Ini Proses Perbaikan Airbag Mobil Mengembang Akibat Kecelakaan
Baca Juga: Wajib Tahu Kulit Jok Ternyata Ada Masa Pakainya, Perhatikan Hal Ini