Otomotifnet.com - Mengendarai motor matik di jalan menurun memerlukan kewaspadaan ekstra karena risiko rem blong yang mengintai.
Secara teknis, kegagalan pengereman ini umumnya dipicu oleh dua faktor utama, yaitu keausan kampas rem atau munculnya fenomena overheating pada sistem pengereman.
Mekanisme Terjadinya Overheat
Kondisi overheat terjadi akibat gaya berkendara yang salah, yakni menekan tuas rem secara terus-menerus dalam durasi lama.
Kebiasaan ini akan menyebabkan:
Cakram Menjadi Licin
Suhu ekstrem pada piringan cakram mengubah koefisien geseknya menjadi sangat rendah (licin), sehingga daya cengkeram hilang.
Piston Kaliper Macet
Panas yang merambat ke kaliper dapat membuat piston pemandu macet, mengakibatkan rem gagal merespons tekanan tuas.
Baca Juga: Agar Kendaraan Tidak Terjadi Rem Blong, Cek Komponen Ini Secara Rutin
Baca Juga: Warna Minyak Rem Berubah Pekat, Tanda Wajib Diganti, Hindari Rem Blong
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Rahasia Cegah Mobil Matik Mundur di Tanjakan Curam
Baca Juga: Jelang Nataru, Ini 7 Tips Hindari Kecelakaan Motor Akibat Rem Blong
Untuk mengantisipasi kegagalan sistem pengereman, pengendara disarankan menerapkan tiga langkah krusial:
1. Pengereman Kombinasi (Alternating Braking)
Jangan hanya mengandalkan satu sisi rem (terutama depan).
Gunakan rem depan dan belakang secara bergantian untuk memberikan waktu jeda bagi masing-masing perangkat rem mendinginkan suhunya.
2. Optimasi Engine Brake
Berbeda dengan motor manual, pada motor matik engine brake dapat diaktifkan dengan cara mempertahankan sedikit putaran gas (holding gas) di posisi rendah.
Hal ini menjaga kopling tetap terhubung sehingga mesin ikut membantu menahan laju kendaraan.
3. Inspeksi Berkala
Pastikan kampas rem masih dalam ketebalan yang aman sebelum memulai perjalanan di wilayah pegunungan atau perbukitan.