Ketiga, akan menurunkan stabilitas kendaraan ketika dipakai.
Ini karena dinding ban jadi lebih ‘empuk’ dari seharusnya. Membuatnya punya pergerakan lebih banyak.
Keempat, daya pengereman juga akan sangat berkurang di kondisi jalan basah dan kering.
Jarak berhenti akan lebih jauh dibanding seharusnya, karena area kontak ban menjadi lebih lebar.
Kelima, kemungkinan membuat dinding ban yang melekat di pelek bisa terlepas.
"Terutama ketika belok. Ini sangat mungkin terjadi dan sangat berbahaya," tambahnya lagi.
Bisa dibayangkan ketika belok, ban terlepas, pelek akan langsung bersentuhan dengan aspal.
Jika parah, berarti harus ganti pelek, yang artinya harus keluar jutaan rupiah untuk menggantinya.
Selanjutnya, bisa membuat pelek penyok.
Ini terjadi ketika ban yang kekurangan angin tersebut melindas atau menabrak lubang besar dengan dinding tajam.