Dengan memecah dan membuang air lebih cepat, sisi dalam menjaga contact patch (area kontak ban) tetap menempel pada permukaan jalan, sehingga risiko tergelincir dapat diminimalisir.
Sisi Luar (Spesialis Stabilitas dan Daya Cengkeram)
Berbeda dengan sisi dalam, sisi luar memiliki alur yang lebih sedikit dan blok tapak yang lebih lebar.
Desain ini bertujuan memperluas area permukaan karet yang menyentuh jalan.
Baca Juga: 3 Cara Merawat Ban Mobil Agar Lebih Panjang Umur, Nomor 2 Ampuh Banget
Baca Juga: Bikin Ban Mobil Berumur Panjang dengan 7 Cara Ini, Catat
Baca Juga: Kenapa Dilarang Ganti Ban Mobil Satuan? Resiko Ini Bisa Menghantui
Baca Juga: Hati-hati Ban Mobil Berubah Bentuk Menjadi Kotak, Cek Penyebabnya
Luasnya bidang kontak ini memberikan daya cengkeram (grip) ekstra yang sangat dibutuhkan saat mobil melakukan manuver atau berbelok.
Meskipun sisi luar ban lebih dioptimalkan untuk performa jalan kering, perannya tetap vital saat kondisi hujan.
Ketika kalian melintasi jalanan basah, ban asimetris bekerja secara sinergis.
Sisi dalam bekerja keras membuang air, sementara sisi luar memastikan mobil tetap stabil dengan area kontak yang luas.
Hasilnya, pengemudi mendapatkan fleksibilitas tinggi.
Ban ini tidak hanya unggul saat menerjang hujan deras, tetapi juga tetap memberikan kenyamanan dan kesenyapan saat jalanan mulai mengering kembali.
Memilih ban asimetris adalah investasi cerdas bagi kalian yang menginginkan keseimbangan antara performa tinggi dan perlindungan maksimal di segala kondisi cuaca.