Pindah D ke N Saat Macet Dapat Merusak Mobil Matik, Cek Faktanya

Konten Grid - Selasa, 20 Januari 2026 | 12:55 WIB

Transmisi otomatis (Konten Grid - )

Otomotifnet.com - Dunia otomotif kembali diramaikan oleh perdebatan mengenai kebiasaan pengemudi mobil matik.

Banyak yang mempertanyakan keamanan memindahkan tuas transmisi dari D (Drive) ke N (Neutral) saat berhenti di lampu merah atau terjebak macet.

Kekhawatiran ini memuncak setelah beberapa konten di media sosial mengeklaim bahwa kebiasaan tersebut dapat membuat transmisi jebol.

Namun, bagaimana fakta teknis yang sebenarnya?

Mekanisme Kerja Transmisi Saat Berhenti

Secara teknis, saat mobil matik berhenti total, komponen clutch (kopling) di dalam gearbox juga akan berhenti bergerak meskipun tuas tetap di posisi D.

Penyaluran tenaga pada mobil matik melibatkan tiga komponen utama dalam torque converter:

  1. Impeller: Berputar mengikuti putaran mesin.

  2. Tekanan Oli: Media pengantar tenaga.

  3. Turbin (Input Shaft): Menggerakkan transmisi ke roda.

Saat mobil direm hingga berhenti, putaran turbin akan terhenti sehingga penyaluran tenaga dari tekanan oli antara impeller dan turbin terputus.

Artinya, kerja transmisi sebenarnya ikut berhenti secara otomatis baik Anda berada di posisi D maupun N.

Baca Juga: Bahaya, Kasar Saat Pindahkan Transmisi Mobil Matic Bisa Rusak Komponen Ini

Baca Juga: Pantas Transmisi Mobil Matic Menghentak, Gini Cara Pindah Tuas yang Benar

Baca Juga: Ini Tips Rawat Transmisi CVT Awet Sampai Ratusan Ribu KM

Baca Juga: 7 Penyebab Jebolnya Transmisi Matik di Mobil Bekas, Point 1 Paling Sering

Mengapa Muncul Gejala Hentakan (Stall)?

Banyak pengemudi merasa khawatir karena muncul gejala hentakan saat memindahkan tuas dari N kembali ke D.

Hentakan ini terjadi karena komponen clutch belum sepenuhnya siap untuk menyalurkan tenaga, sementara tekanan oli dari putaran mesin sudah meningkat.

Namun, Anda tidak perlu panik.

Hentakan tersebut hanya berlangsung selama sepersekian detik.

Karena komponen clutch pada mobil matik bekerja dengan sistem basah ketemu basah (terendam oli), gesekan yang terjadi sangat minim dan tidak memberikan dampak signifikan yang dapat merusak transmisi dalam waktu singkat.

Anggapan bahwa sering pindah D ke N akan membuat transmisi cepat jebol adalah mitos yang berlebihan.

Secara mekanis, sistem transmisi matik modern sudah dirancang untuk menangani perpindahan tersebut.

Kunci utamanya adalah kesabaran, saat memindahkan tuas dari N ke D, berikan jeda sekitar satu detik sebelum menginjak gas agar tekanan oli stabil dan clutch telah mengunci dengan sempurna.

Dengan cara ini, perpindahan akan terasa lebih halus dan komponen transmisi tetap awet dalam jangka panjang.