Otomotifnet.com - Rem parkir atau rem tangan adalah fitur keselamatan krusial yang berfungsi menjaga mobil tetap statis saat diparkir.
Secara mekanis, rem tangan bekerja dengan cara mengunci roda belakang melalui tarikan kabel.
Namun, seiring waktu, kalian mungkin merasa tarikan rem tangan semakin tinggi atau dalam.
Inilah saatnya kalian melakukan penyetelan ulang.
Tanda Kampas Rem Mulai Tipis
Jika tarikan rem tangan terasa mulai meninggi, ini adalah indikator fisik bahwa kampas rem (tipe tromol) di roda belakang sudah mulai menipis.
Ruang antara kampas dan dinding tromol yang semakin lebar membuat kabel rem harus ditarik lebih jauh untuk bisa mengunci roda.
Baca Juga: Hindari Injak Rem Mobil Matik Pakai Kaki Kiri, Ini Akibatnya
Baca Juga: Jangan Salah Injak, Ini Perbedaan Pedal Gas dan Pedal Rem Mobil Matic
Baca Juga: Ini Cara Mengatasi Bunyi Berdecit Rem Mobil Setelah Diterjang Banjir
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Rem Mobil Mulai Bermasalah di Jalan
Solusi Praktis: Menyetel Ulang dengan Obeng Minus
Kabar baiknya, kalian bisa mengembalikan presisi rem tangan ke posisi semula hanya dengan bantuan obeng minus (-) kecil.
Berikut adalah langkah-langkah teknisnya:
1. Persiapan Roda
Kalian perlu mengangkat mobil dengan dongkrak dan melepas roda belakang serta membuka tutup tromol untuk mengakses komponen dalam.
2. Mencari Mekanisme Penyetel
Di dalam tromol, tepat di bawah piston penonjok kampas rem, terdapat komponen berupa besi penyetel dengan roda gigi (klik).
3. Proses Penyetelan
Gunakan obeng minus untuk memutar setelan klik tersebut ke arah kiri.
Tindakan ini akan merenggangkan posisi kampas agar lebih dekat dengan dinding tromol.
4. Prinsip Keseimbangan (Simetris)
Keamanan adalah kunci.
Pastikan jumlah putaran (klik) antara roda kiri dan kanan harus sama persis.
Jika roda kanan diputar 3 klik, maka roda kiri wajib diputar 3 klik guna menjaga keseimbangan daya pengereman.
Uji Coba dan Faktor Keamanan
Setelah penyetelan selesai, pasang kembali tutup tromol dan coba putar dengan tangan.
Pastikan tromol dapat berputar dengan lancar dan tidak seret.
Hindari menyetel kampas terlalu rapat.
Jika putaran tromol terasa seret, hal ini menandakan gesekan berlebih yang berbahaya.
Selain membuat kampas rem cepat aus, panas berlebih akibat gesekan terus-menerus dapat merusak komponen rem lainnya dan menurunkan performa pengereman secara keseluruhan.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR