Otomotifnet.com - Banyak pengendara motor masih menganggap remeh penggunaan air keran sebagai pengganti cairan pendingin (coolant).
Padahal, pabrikan telah memberikan panduan tegas, yaitu radiator wajib diisi dengan coolant.
Mengapa demikian?
3 Fakta Air Keran Bisa Dijadikan Alternatif Isi Radiator Motor
Berikut beberapa fakta di balik risiko ini:
1. Masalah Karat dan Korosi
Berbeda dengan coolant yang mengandung zat anti-karat (anti-corrosion), air keran mengandung mineral dan oksigen yang tinggi.
Dalam jangka panjang, sirkulasi air keran di dalam sistem pendingin akan memicu oksidasi pada material logam.
Akibatnya, muncul endapan karat, terutama pada area kisi-kisi radiator yang sangat tipis dan sensitif.
2. Keropos dan Kebocoran
Meskipun dampaknya tidak terlihat dalam semalam, karat bekerja secara perlahan namun pasti:
Penyumbatan: Endapan karat menghambat sirkulasi air, membuat suhu mesin cepat naik (overheat).
Pengeroposan: Karat yang menumpuk akan mengikis dinding radiator hingga menjadi keropos.
Kebocoran: Dinding yang keropos ini akhirnya melubangi kisi-kisi radiator, menyebabkan air pendingin merembes keluar.
Baca Juga: Radiator Motor Bocor Ga Perlu Beli Baru, Bisa Dibenerin Paka Cara Ini
Baca Juga: Sudah Tahu Belum, Ini Arti Dibalik Warna Radiator Bagi Kesehatan Mesin
Baca Juga: Kapan Waktu Yang Pas Buat Flushing Air Radiator, Ini Tanda-tandanya
Baca Juga: Bahaya Air Tanah Dipakai Untuk Air Radiator di Mobil, Cek Faktanya
3. Coolant Bukan Sekadar Cairan Biasa
Alasan utama mengapa Anda harus selalu menggunakan coolant (kecuali dalam kondisi darurat yang sangat mendesak) adalah karena formulanya memiliki titik didih yang lebih tinggi dan sifat non-korosif.
Ini memastikan komponen radiator tetap bersih, awet, dan bebas dari ancaman kebocoran akibat korosi.