Otomotifnet.com - Pernahkah Anda mendapati motor kesayangan sulit dihidupkan setelah berminggu-minggu terparkir di garasi?
Sebagian besar pengendara langsung menyalahkan aki yang tekor sebagai biang keladinya.
Padahal, ada faktor lain yang jauh lebih teknis dan sering terabaikan, yaitu penurunan kualitas bahan bakar.
Bensin yang tersimpan terlalu lama di dalam tangki akan mengalami proses oksidasi.
Dalam jangka waktu tertentu, reaksi kimia ini menyebabkan molekul-molekul dalam bensin pecah dan mengubah komposisi aslinya.
Efeknya? Kualitas bahan bakar menurun drastis dan menjadi basi.
Baca Juga: Motor Listrik Mirip PCX Tembus 130 km, Ini Spesifikasi Polytron Fox-R 2023
Baca Juga: Motor Matic Honda PCX 160 Punya Fitur Hazard, Ada Aturan Pakainya Loh
Baca Juga: Waspada, 3 Hal Ini Harus Dihindari Pengendara Motor Saat Hujan
Baca Juga: Tembus 60 km/liter, Intip Keunggulan Honda BeAT Deluxe Tahun 2024
Mengapa Mesin Jadi Susah Hidup?
Bensin yang telah teroksidasi akan kehilangan daya ledaknya.
Ketika busi memercikkan api, bensin yang kualitasnya sudah menurun tersebut menjadi sangat sulit terbakar di ruang mesin.
Akibatnya, meskipun starter elektrik bekerja dengan baik (aki normal), mesin tetap menolak untuk menyala karena kegagalan proses pembakaran.
Lakukan 2 Solusi Ini
Untuk menghindari masalah ini, ada dua langkah cerdas yang bisa Anda lakukan:
1. Gunakan Aditif Bahan Bakar
Jika Anda berencana menyimpan motor dalam waktu lama, tambahkan cairan aditif khusus bensin.
Cairan ini berfungsi sebagai stabilisator yang menjaga molekul bensin tetap utuh dan melindunginya dari proses oksidasi.
2. Kuras Tangki Secara Berkala
Jika motor sudah terlanjur "mati" dalam waktu sangat lama, solusi terbaik adalah menguras bensin lama di dalam tangki dan menggantinya dengan bahan bakar baru yang lebih segar sebelum mencoba menyalakan mesin.
Selain urusan bensin, jangan lupa untuk memanaskan mesin setidaknya 5-10 menit sekali seminggu meskipun motor tidak digunakan, guna menjaga sirkulasi oli dan tegangan aki tetap stabil.