Otomotifnet.com - Di tengah masyarakat, terdapat sebuah teknik tradisional yang cukup populer untuk menghidupkan kembali aki basah yang sudah mulai lemah, yakni dengan mengurasnya menggunakan air panas bersuhu tinggi.
Praktik ini biasanya dilakukan dengan harapan dapat merontokkan kotoran di dalam aki, sehingga performa kelistrikan kembali optimal seperti sediakala.
Namun, secara teknis, apakah cara ini memang dibenarkan?
Untuk memahami mengapa teknik ini berisiko, kita perlu menilik cara kerja aki.
Aki basah mengandalkan reaksi kimia antara cairan asam sulfat (H2SO4) dengan plat sel timbal.
Seiring berjalannya waktu, elemen timah pada plat sel akan mengalami keausan alami, yang menyebabkan kemampuan penyimpanan arus listrik menurun drastis.
Inilah yang sering kita sebut sebagai aki soak.
Banyak orang nekat menuangkan air panas dan mengocok aki karena melihat banyaknya residu hitam yang ikut terbuang.
Memang benar, air panas efektif melarutkan kotoran yang menempel pada elemen timah.
Namun, ada fakta pahit di balik fenomena ini:
Elemen Timah yang Terbuang
Kotoran hitam yang rontok tersebut sebenarnya adalah bagian dari plat sel (elemen timah) yang sudah rusak atau teroksidasi.
Kerusakan Permanen
Sekali elemen timah ini rontok dari plat sel, fungsinya tidak akan pernah bisa kembali.
Baca Juga: Bahaya Mengisi Air Aki Melebihi Batas Maksimal, Inilah Dampaknya
Baca Juga: Cara Mudah Menambah Air Aki Mobil Bekas
Baca Juga: Jangan Tuang Botol Merah, Isi Ulang Air Aki Wajib Kemasan Biru
Baca Juga: Bahaya Ini Jika Bodi Motor Tersiram Air Aki, Efeknya Seketika
Karena elemen inilah yang bertugas bereaksi dengan asam sulfat untuk menghasilkan listrik, maka hilangnya elemen berarti hilangnya kapasitas aki secara permanen.
Menguras aki dengan air panas tidak akan pernah mengembalikan kondisi kimiawi sel aki ke status 100%.
Tindakan ini bisa dibilang sebagai upaya yang sia-sia karena tidak mampu memperbaiki struktur sel yang sudah usang akibat faktor usia.
Alih-alih membuang waktu dengan risiko terkena cipratan air keras atau merusak sistem kelistrikan kendaraan, solusi paling bijak dan aman adalah melakukan penggantian aki baru.
Dengan aki yang sehat, stabilitas voltase kendaraan tetap terjaga, sehingga komponen elektronik lainnya terhindar dari risiko kerusakan jangka panjang.