Otomotifnet.com - Sebagai pelopor teknologi mesin turbo di segmen SUV kompak Indonesia, Toyota Raize menawarkan efisiensi sekaligus tenaga yang impresif.
Namun, mesin turbo memiliki karakteristik operasional yang berbeda dibandingkan mesin konvensional (NA).
Menjaga durabilitasnya sebenarnya sangat sederhana.
4 Cara Merawat Mesin Toyota Raize yang Benar
Berikut 4 cara merawat mesin Toyota Raize yang benar:
1. Prioritaskan Bahan Bakar Beroktan Tinggi
Banyak pemilik salah fokus hanya pada rasio kompresi statis 9,5:1.
Padahal, saat perangkat turbo aktif (spooling), terjadi kompresi real-time yang jauh lebih tinggi akibat udara tambahan yang dipaksa masuk ke ruang bakar.
Bahan bakar oktan tinggi memiliki ketahanan lebih baik terhadap tekanan.
Penggunaan oktan rendah pada mesin turbo berisiko memicu pembakaran prematur atau knocking (ngelitik), yang dalam jangka panjang bisa merusak piston.
2. Disiplin dalam Pergantian Oli Mesin
Oli bukan sekadar pelumas mesin, melainkan "darah" bagi perangkat turbo.
Poros turbo berputar hingga puluhan ribu RPM dan terpapar panas ekstrem.
Oli berfungsi melumasi sekaligus mendinginkan komponen turbo yang bekerja sangat cepat.
Keterlambatan mengganti oli atau menggunakan oli berkualitas rendah akan mempercepat keausan poros turbo dan mengurangi efisiensi tenaga.
3. Jaga Kebersihan Filter Udara sebagai "Garis Depan"
Turbocharger bekerja dengan cara menghisap udara luar dalam volume besar.
Filter udara yang kotor adalah musuh utama sistem ini.
Debu atau partikel halus yang lolos dari filter dapat menghantam bilah turbo yang sedang berputar kencang, menyebabkan kerusakan fisik atau kemacetan.
Pastikan filter udara selalu dalam kondisi bersih agar asupan udara ke ruang bakar tetap murni dan lancar.
Baca Juga: Harga Terbaru Mobil Toyota New Raize 2026, SUV Kompak yang Makin Sporty
Baca Juga: Harga Terbaru Mobil Toyota Avanza 1500 CC Tahun 2026, Kenapa Jadi MPV Keluarga Populer Di Indonesia?
Baca Juga: Kelebihan Honda Mobilio 2019 Lengkap Dengan Spesifikasinya, Simak
Baca Juga: Harga Terbaru Mobil Toyota Innova Bensin 2026, MPV Tangguh Untuk Keluarga
4. Ritual Idle Sebelum Mematikan Mesin
Kebiasaan langsung mematikan mesin setelah perjalanan jauh atau berkendara kencang sangat tidak disarankan untuk mobil turbo.
Berikan waktu sekitar 30 detik dalam kondisi idle (mesin stasioner) sebelum mencabut kunci.
Langkah ini bertujuan untuk menurunkan suhu turbo secara perlahan dan memastikan sirkulasi oli tetap mengalir hingga putaran bilah turbo melambat.
Mematikan mesin mendadak saat turbo masih sangat panas dapat menyebabkan oli "terbakar" di dalam komponen (oil coking) yang menyumbat saluran pelumasan.