Suka Lupa Ganti Oli Transmisi, Jangan Kaget Kalau Sampai Ada Kejadian Ini

Grid - Jumat, 13 Februari 2026 | 17:06 WIB

transmisi mobil

Otomotifnet.com - Kalau Anda melakukan perawatan sembarangan transmisi otomatis juga bisa bermasalah, seperti proses perpindahan transmisi otomatis nyangkut atau tertahan.

"Banyak pemilik mobil seken atau bekas sepele di soal penggantian oli transmisi matik, telat atau jarang ganti," buka Hermas Efendi Prabowo, yang pada saat itu merupakan pemilik bengkel Worner Matic Bintaro, Tangerang Selatan.

Kelamaan, senyawa terkandung di dalam oli lama akan berubah selama pemakaian sehingga menyebabkan daya lubrikasi berkurang.

Ketika daya lubrikasi oli mulai berkurang, antarkomponen yang bergesek akan menimbulkan partikel atau serpihan kotoran sehingga menimbulkan endapan.

Endapan inilah yang menjadi penyebab "nyangkut" di komponen dalam girboks.
 
Baca Juga: Telat Ganti Oli Transmisi CVT Mobil Honda, 2 Bengkel Ungkap Efek Fatal

Baca Juga: Awas Ditipu Bengkel, Mobil Transmisi CVT Gak Butuh Flushing Oli Matik

Baca Juga: Kuras Oli Transmisi Matik di Kilometer Berapa, Ini Kata Bengkel

Baca Juga: 6 Kesalahan Ini Bikin Usia Transmisi Matik Lebih Pendek, Cek Faktnya

"Pada dasarnya nyawa transmisi otomatis kan oli transmisi karena kerja dan perpindahannya membutuhkan tekanan oli," tegas Hermas.

Untuk itu perlu melakukan penggantian secara rutin oli transmisi matik setiap 25 ribu sampai 30 ribu kilometer.

"Kalau kondisi ideal mobil sering jalan lancar bisa ganti setiap 50 ribu sampai 60 ribu kilometer," ujar Hermas.

YANG LAINNYA